Selasa, November 26, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

34 Rumah di Karangasem Rusak Pasca Gempa Magnitudo 5,2

BALI – BPBD Kabupaten Karangasem, Bali, mencatat 34 rumah warga mengalami kerusakan yang dipicu fenomena geologi atau dampak gempa bumi magnitudo (M) 5,2 pada Selasa (13/12).

Abdul Muhari PhD selaku Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam keterangan persnya, Rabu (14/12) mengatakan tercatat hingga Pukul 06.00 Wita hari ini, sebaran kerusakan rumah warga teridentifikasi di beberapa kecamatan.

“Kerusakan rumah warga terjadi di Kecamatan Kubu, Manggis, Karangasem, Rendang dan Bebandem,” katanya.

Selain kerusakan, lanjut dia, berdasarkan hasil pemuktahiran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem juga melaporkan dua warga mengalami luka-luka akibat peristiwa yang dipicu gempa dengan pusat 23 km timur laut Karangasem.

“Salah satu korban luka-luka akibat terkena air panas karena panik saat gempa. Kedua warga tersebut telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Karangasem,” tandasnya.

Hingga hari ini, kata dia, petugas BPBD setempat masih melakukan pendataan dan pemantauan di lokasi terdampak. Laporan terkini, juga terjadi gempa susulan atau aftershock termonitor sebanyak 21 kali dengan magnitudo terbesar 4,5.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi ini akibat aktivitas sesar naik Flores atau Flores back arc thurst. Dilihat dari analisis mekanisme sumber gempanya, terjadi mekanisme pergerakan naik.

Guncangan gempa yang dirasakan warga Karangasem, Provinsi Bali, juga dirasakan warga di kabupaten lain, bahkan hingga mereka yang berada di Nusa Tenggara Barat. BMKG merilis intensitas kekuatan gempa dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) di wilayah Karangasem III – IV MMI, Mataram, Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Barat III MMI, Tabanan, Kuta, Buleleng dan Lombok Timur II MMI.

“Kami mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya gempa. Peristiwa ini tidak dapat dideteksi dengan pasti dan dapat terjadi setiap saat. Warga yang wilayahnya berada di sekitar episenter gempa dapat melakukan pengecekan kondisi rumah sebelum memasukinya kembali. Pascagempa Karangasem ini, BNPB dan BPBD Provinsi Bali terus berkoordinasi dan memonitor BPBD di wilayah terdampak,” pungkasnya.(WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER