Sabtu, Juli 20, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

51 Kapal Pesiar Bakal Berlabuh di Bali

DENPASAR – Sebanyak 51 kapal pesiar bakal berlabuh di Pelabuhan Benoa, Bali, pada Oktober mendatang. Rata-rata kapal pesiar tersebut membawa ribuan penumpang.

Corporate Communication PT Pelindo Sub Regional Bali Nusra Siti Juairiah menerangkan puluhan kapal pesiar tersebut telah memesan untuk bersandar di Pelabuhan Benoa hingga akhir tahun ini.

“Ada Celebrity Solstice yang akan tiba pada Oktober dengan membawa kurang lebih dua ribu penumpang. Kemudian, Queen Elizabeth pada November nanti yang juga membawa kurang lebih dua ribu penumpang,” ungkapnya kepada detikBali, Rabu (21/6/2023).

Menurut Siti, rata-rata kapal pesiar yang berlabuh di Pelabuhan Benoa selama ini menghabiskan waktu satu hari. Namun, ia memprediksi waktu bersandar kapal pesiar tersebut menjadi lebih panjang sampai tiga hari.

“Cruise yang akan datang ini rata-rata dari Eropa dan Amerika, kemudian melalui Aussie, baru ke Bali. Atau melalui Singapura baru ke Bali,” terangnya.

Siti optimistis jumlah kapal pesiar yang melakukan pemesanan untuk bersandar di Pelabuhan Benoa akan meningkat. Sejak awal tahun hingga Juni 2023, sudah ada 29 kapal pesiar yang datang ke Bali dengan membawa 21.592 penumpang.

Beberapa kapal pesiar yang sempat bersandar di Pelabuhan Benoa, di antaranya, Azamara Quest, Queen Marry 2, hingga Pacific World. Kapal-kapal tersebut membawa penumpang rata-rata 1.000 orang dan menghabiskan waktunya selama satu hari di Bali.

Menurut Siti, jumlah penumpang selama enam bulan terakhir meningkat 100 persen jika dibandingkan dengan data sepanjang tahun 2022. “Di tahun 2022, terdapat 14 kapal pesiar dengan total 6.919 penumpang ke Bali,” papar Siti.

Siti menyebut ribuan penumpang kapal pesiar itu akan memberi multiplier effect bagi perekonomian Bali. Menurutnya, kedatangan turis kapal pesiar itu juga akan mendongkrak usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Bali, termasuk usaha makanan, cendera mata, seni pertunjukan, dan sebagainya.

“Seribu orang dengan minimum spending 50-100 dolar saja akan berimbas pada peningkatan ekonomi, khususnya UMKM,” tandas Siti. (iws/has/dtc)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER