DENPASAR – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali, mencatat penyaluran kredit maupun penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh signifikan, posisi Januari 2025, dari periode sebelumnya.
“Berdasarkan jenis penggunaannya, kata Rahayu, pertumbuhan kredit yoy masih didorong peningkatan kredit investasi yang tumbuh sebesar Rp5,17 triliun, atau 17,19 persen yoy (Desember 2024: 18,47 persen yoy),” kata Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, Rabu (26/3/2025).
Sehingga, pihaknya menilai Industri Jasa Keuangan (IJK) di Provinsi Bali sampai dengan posisi Januari 2025 terjaga stabil, didukung permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terjaga. “Kami mencatat, penyaluran kredit mencapai Rp111,56 triliun, dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya,” ucapnya.
Dengan, tingginya pertumbuhan kredit investasi ini, menggambarkan meningkatnya kepercayaan, masyarakat terhadap kondisi ekonomi di Bali.
Sementara itu, berdasarkan kategori debitur, jelas Rahayu, sebesar 52,44 persen kredit di Bali, disalurkan kepada UMKM dengan pertumbuhan sebesar 5,38 persen yoy (Desember 2024: 5,99 persen yoy).
Berdasarkan sektornya, lanjut dia, penyaluran kredit didominasi oleh sektor Bukan Lapangan Usaha (konsumtif) sebesar 34,32 persen dan Sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 28,68 persen.
“Pertumbuhan kredit disumbangkan oleh peningkatan nominal penyaluran disektor penerima kredit bukan lapangan usaha yang bertambah sebesar Rp2,25 triliun (tumbuh 6,23 persen yoy), serta sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum sebesar Rp1,71 triliun (tumbuh 15,11 persen yoy),” jelasnya.
Terkait Penghimpunan DPK, tercatat mencapai Rp191,56 triliun dan melanjutkan catatan double digit growth yaitu 11,96 persen yoy, walaupun tumbuh melandai dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 20,74 persen yoy.
“Berdasarkan jenisnya, peningkatan DPK posisi Januari 2025 ditopang oleh kenaikan nominal tabungan sebesar Rp12,03 triliun,” jelasnya. (WIR)