JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah menyusun strategi hilirisasi nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan. Strategi ini difokuskan pada dua hal utama, yakni penyediaan sumber daya manusia (SDM) unggul dan penguatan topik riset yang selaras dengan kebutuhan industri.
Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, menjelaskan pihaknya berupaya menyelaraskan arah pendidikan tinggi dan riset dengan delapan prioritas pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Jangan sampai SDM yang kita hasilkan tidak sesuai dengan industri yang akan berkembang di masa depan. Kita ingin pastikan antara arah pembangunan dan penciptaan SDM benar-benar inline,” ujar Brian dalam konferensi pers Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025, di Gedung Sabuga ITB Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/8/2025).
Ia menambahkan, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga ditantang untuk fokus pada riset-riset yang mampu menjawab permasalahan nyata di dunia industri.
Menurut Brian, Kemdiktisaintek aktif mendorong kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri dalam menyusun topik riset strategis. Langkah ini dilakukan agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, melainkan bisa langsung menjawab tantangan lapangan dan berpotensi untuk dihilirisasi.
“Kami banyak bertanya langsung ke industri: apa masalahnya? Dan ternyata kita punya sumber daya yang sangat cukup dari kampus-kampus di seluruh Indonesia untuk menjawab tantangan itu,” jelasnya. (MK/SB)






