JAKARTA — Eks Komandan Kopassus Jenderal TNI (HOR) (Purn) Agum Gumelar menerima Bintang Republik Indonesia Utama dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Penganugerahan tanda kehormatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 73, 74, 75, 76, dan 78/TK Tahun 2025, sebagai penghargaan atas jasa-jasa Agum dalam pertahanan dan diplomasi militer.
“Beliau berjasa sangat luar biasa dalam bidang pertahanan dan diplomasi militer melalui kepemimpinan dalam misi perdamaian internasional. Termasuk operasi pemeliharaan perdamaian di Timor Leste,” ujar pembawa acara dalam prosesi penganugerahan.
Prabowo dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh penerima tanda kehormatan. “Saya hanya ingin menyampaikan atas nama negara dan bangsa, sekali lagi terima kasih atas jasa-jasa pengabdian saudara-saudara sekalian,” ucap Prabowo.
Dalam kesempatan itu juga, Agum menilai penghargaan tersebut sebagai suatu kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga.
“Tentunya saya menerima sebagai suatu kepercayaan, sebagai suatu kehormatan, ketika saya menerima seperti ini tekad hati saya berusaha untuk tidak mengecewakan kepercayaan, kira-kira begitu,” kata Agum.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Prabowo dan berpesan agar generasi muda menanamkan sikap nasionalisme sebagai modal membangun bangsa yang besar.
“Bahwa tiga syarat membawa bangsa ini semakin besar, syarat pertama sikap nasionalisme cinta kepada bangsa, ingin berbuat yang terbaik kepada bangsa, rela berkorban buat bangsa, tanpa nasionalisme sebuah bangsa tidak akan menjadi bangsa besar,” ujarnya.
Selain itu, Agum menekankan pentingnya daya saing di tengah persaingan global. “Syarat kedua, dunia semakin kompetitif, kita harus menciptakan daya saing kuncinya adalah SDM,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin masyarakat sebagai kunci keberhasilan pembangunan.”Syarat ketiga pembangunan akan berhasil ketika pembangunan dilaksanakan di tengah masyarakat disiplin,” jelasnya.
Agum Gumelar lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 1 Desember 1945. Ia menempuh pendidikan militer di Akademi Militer Nasional dan berhasil lulus pada tahun 1968 sebagai perwira.
Dalam karier militernya, Agum pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, antara lain Komandan Kopassus pada periode 1993 hingga 1994, Kasdam I/Bukit Barisan, serta Pangdam VII/Wirabuana.
Selain kiprahnya di dunia militer, Agum juga aktif di pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan, Menteri Pertahanan, serta Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan.
Pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo, Agum Gumelar masih mendapat kepercayaan. Ia ditunjuk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang berperan memberi masukan strategis. (MK/SB)






