JIMBARAN – Menteri Komumikasi dan Digital (Komdigi) RI Meutya Hafid, memberikan kuliah umum, terkait transformasi digital dan peran kecerdasan buatan untuk Indonesia maju, di Kampus Universitas Udayana (Unud), Jimbaran, pada Kamis (28/8/2025).
Dalam kegiatan yang dihadiri ribuan mahasiswa baru Program Profesi, Magister, Doktor, PPDS dan Sub Spesialis Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Menteri Komdigi mendukung program Artificial Intelligence (AI) yang dikembangkan Unud.
“Kami mendukung road to AI center Unud, dan pemerintah perlu berkolaborasi dengan banyak pihak dari sisi literasi digital,” jelasnya.
Selain memberikan literasi pendidikan di kampus, Menteri Komdigi juga mengapresiasi langkah Unud fokus pengembangan AI yang mengedepankan budaya dan pariwisata. “Ini akan memperkaya perkembangan AI di Indonesia,” katanya.
Menteri Komdigi juga menjelaskan, tantang kedepan pemerintah dan swasta perlunya koneksifitas jaringan di daerah Indonesia, hingga 100 persen. Dan, data terkini masyarakat Indonesia yang sudah terkoneksi Internet sudah mencapai 80 persen. “Untuk kawasan pedesaan masih ada beberapa yang belum terkoneksi, sehingga perlu membangun bersama dengan operator selular swasta,” katanya.
Kemudian, tantangan literasi SDM amat penting sehingga bekerja sama dengan civitas akademika untuk menciptakan talenta AI, yang cukup menghadapi revolusi dari teknologi informasi khususnya AI.
“Tantangan berikutnya perlu adanya regulasi yang baik dan ajeg. Dan, kemaren sudah kita kirimkan ke Sekneg yang kemudian bisa menjadi PP dan Perpres. Untuk PP terkait roapmap AI dan kecerdasan AI bidang etika,” katanya.
Sementara itu, Rektor Unud, Prof Ir. I Ketut Sudarsana, ST.,Ph.D mengatakan, momen inj penting bagi Unud, karena Menteri Komdigi memberikan kuliah umum tentang penempatan AI.
“Kami mendukung program ini dan kita sadari sangat penting mahasiswa nanti setelah lulus, bisa mengikuti perkembangan AI,” kata Rektor Unud, Prof Ir. i Ketut Sudarsana, ST.,Ph.D usai acara.
Lebih lanjut dikatakan, Unud berkomitmen dengan kualitas dan SDM yang dimiliki akan mendukung program ini, dengan mengembangakan AI center. “Fokus kami, dalam pengembangan ini terkait pengembangan budaya, dan tidak menutup kemungkinan melakukan pengembangan AI untuk ketahanan pangan, industri dan lingkungan keberlanjutan,” ucapnya. (WIR)






