Massa Ojol Padati DPR, Tuntut Pertemuan dengan Anggota Dewan

JAKARTA — Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda Indonesia) memadati halaman Gedung DPR RI, Rabu (17/9/2025) siang. Meski diguyur hujan deras, massa tetap bersemangat menyuarakan aspirasi dan mendesak agar wakil rakyat menemui mereka secara langsung.

Dari atas mobil komando, orator aksi terus menyerukan agar pihak DPR keluar menemui demonstran. “Buka pintunya dong, tolong dong datang ke sini, temui kami. Kami juga sudah kedinginan nih,” teriak orator kepada ribuan peserta aksi.

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyebut jumlah peserta aksi mencapai 2.000 hingga 5.000 orang, terdiri atas driver ojol roda dua, pengemudi online roda empat, kurir daring, serta mahasiswa dari BEM UI.

“Aksi ini adalah gabungan untuk kepung DPR RI. Kita tuntut perbaikan kebijakan transportasi daring,” tegas Igun, Selasa (16/9/2025).

Dalam aksinya, Garda Indonesia membawa tujuh tuntutan utama, mulai dari revisi regulasi, penurunan potongan aplikator, penghapusan sistem member berbayar, pencopotan Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi, hingga pengusutan tragedi 28 Agustus 2025 yang menewaskan dua pengemudi ojol.

Igun menegaskan, Garda tidak ingin kondisi di Indonesia berujung pada perlawanan rakyat seperti yang pernah terjadi di Nepal. “Sebelum terlambat, Garda minta kepada Presiden Prabowo untuk segera mencopot semua menteri yang tidak pro rakyat. Khususnya, kami menuntut Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi dicopot dari jabatannya,” tegasnya. (MK/SB)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER