Sabtu, April 5, 2025
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kasus Naik, Tabanan Waspada Chikungu dan DBD

TABANAN – Kasus Chikungunya kembali merebak di Kabupaten Tabanan dalam beberapa waktu terakhir ini. Data dari Dinas Kesehatan (Diskes) setempat mencatat, jelang akhir Mei 2022 sudah ada sebanyak 93 kasus. Jumlah ini hampir beriringan dengan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Meski tidak setinggi pada Januari 2022 lalu yang jumlahnya sebanyak 53 kasus, sepanjang April hingga menjelang akhir Mei 2022, kasusnya merangkak naik. Tercatat ada 40 kasus.

Padahal sepanjang Februari dan Maret 2022, jumlah kemunculan kasus dua penyakit yang disebabkan infeksi virus melalui perantara nyamuk ini justru nihil.

Sepanjang April hingga menjelang akhir Mei 2022, kemunculan Chikungunya tercatat di Kecamatan Kerambitan dan Kecamatan Kediri. Jumlahnya sebanyak 40 kasus. “Terakhir kami dapat laporan ada dua kasus di Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan, dr I Nyoman Susila, Minggu (29/5/2022).

Ia menyebutkan, tindakan yang dilakukan pihaknya usai memperoleh laporan itu adalah melakukan fogging atau pengasapan. Sama seperti tindakan yang dilakukan pada penanganan DBD.

“Tapi yang paling penting pencegahannya. Ini yang harus dilakukan warga sendiri. Yakni membersihkan lingkungan tempat tinggal. Memastikan tidak ada genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk,” jelasnya.

Secara umum, sambungnya, gejala Chikungunya dan DBD hampir sama yakni demam, sakit kepala, dan beberapa keluhan lainnya.

Namun yang membedakan Chikungunya disertai dengan nyeri tulang. “Yang membedakan itu. Dominan nyeri,” imbuhnya. Ia menjelaskan, kemunculan Chikungunya maupun DBD hampir sama setiap tahunnya. Namun belakangan ini, masyarakat sudah agak memahami gejalanya. Begitu pengobatan secara mandiri tidak memperbaiki kondisi kesehatan, mereka langsung menuju ke Puskesmas.

“Begitu tiga atau empat hari kondisinya belum juga membaik mereka akan ke faskes (fasilitas kesehatan) terdekat. Biasanya ke Puskesmas atau faskes pertama,” jelasnya. (dtc)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER