Mahasiswa UI Tolak Dipindah ke DPR, Tetap Ngotot Gelar Aksi di Bundaran HI

JAKARTA – Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bersikeras mempertahankan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, sebagai lokasi aksi demonstrasi mereka meski sempat diarahkan aparat kepolisian untuk berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI.

Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan keputusan memilih Bundaran HI bukan tanpa alasan. Menurutnya, lokasi tersebut dipilih sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap DPR dan pemerintah yang dinilai tidak lagi mendengar aspirasi masyarakat.

“Dari kami sendiri, sejauh ini sepakat bahwasanya kami tidak akan memindahkan titik aksi, karena pemilihan titik aksi di Bundaran HI sudah didasarkan pada kekecewaan kami kepada DPR dan presiden yang pada dasarnya sudah tidak pernah peduli pada rakyat sendiri,” kata Dimas di Bundaran HI, Jumat (12/6/2026).

Ia menjelaskan, sebanyak 14 bus yang mengangkut sekitar 700 mahasiswa UI sempat tertahan di kawasan Simpang Susun Semanggi, tepatnya di depan Markas Polda Metro Jaya. Rombongan mahasiswa yang berangkat dari Depok itu tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Jalan Jenderal Sudirman karena akses jalan ditutup aparat.

Menurut Dimas, penutupan dilakukan di sejumlah titik menuju Bundaran HI dengan menggunakan water barrier hingga kendaraan taktis yang diparkir di badan jalan.

“Tadi kita kan karena dari Depok, kita jalan lewat Lenteng Agung, kita belok kiri ke arah Pancoran. Kemudian di depan Polda Metro Jaya, Semanggi, harusnya kan kita belok kiri ambil bawah ke arah Sudirman, tapi jalan ditutup,” ujarnya.

Dimas menyebut pihaknya telah memenuhi seluruh prosedur yang diperlukan sebelum menggelar aksi, termasuk menyampaikan surat pemberitahuan kepada kepolisian dan mengumumkan rencana demonstrasi melalui media sosial.

“Kita sudah coba menyampaikan bahwasanya kita sudah memberikan surat pemberitahuan aksi, pun juga kami sudah mempublikasikan di media sosial semua terkait dengan titik aksi dan sebagainya, tapi kita dipaksa pindah ke depan gedung DPR/MPR,” katanya.

Ia juga mengaku kecewa karena aparat tidak memberikan penjelasan mengenai alasan penutupan akses menuju Bundaran HI. Bahkan, menurutnya, upaya mahasiswa untuk meminta penjelasan tidak mendapatkan respons yang memadai.

“Polisi sama sekali enggak memberikan alasan. Mereka cuma ketawa-tawa doang pada saat kami minta dibukakan jalan,” ujarnya.

Situasi di lapangan sempat memanas dan memicu aksi saling dorong antara mahasiswa dengan aparat yang berjaga. Namun demikian, mahasiswa tetap bertekad melanjutkan perjalanan menuju titik aksi yang telah ditetapkan sejak awal.

“Kita sempat minta dibukain jalannya, tapi dari polisi sama sekali enggak mau memberikan jalan dan bahkan sempat terjadi dorong-dorongan juga,” kata Dimas.

Meski menghadapi hambatan di perjalanan, mahasiswa UI memastikan aksi tetap dilanjutkan di Bundaran HI. Massa bahkan memilih berjalan kaki dari kawasan Jalan Gatot Subroto untuk mencapai lokasi demonstrasi.

“Pasti. Kami pasti akan terus berusaha untuk menuju ke Bundaran HI dan kami harap juga polisi berkenan untuk membukakan jalannya dan tidak mengganggu hak konstitusional kami dalam menyampaikan pendapat,” tutupnya.

Sebelumnya, BEM seluruh fakultas Universitas Indonesia mengumumkan rencana aksi di Bundaran HI yang diperkirakan diikuti sekitar 1.500 peserta. Demonstrasi tersebut mengusung berbagai isu ekonomi, sosial, dan politik yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah. (MK/SB)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER