Dua Wamen RI Sebut Pesta Kesenian Bali Luar Biasa

DENPASAR – Usai pelaksanaan Peed Aya (pawai budaya) Pesta Kesenian Bali (PKB) Tahun 2026, di Renon, Denpasar, pada Sabtu (13/6/2026). Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati dan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menilai pelaksana kesenian tahunan di Pulau Bali, luar biasa.

Mengingat PKB yang telah enam tahun berturut-turut masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), dapat menjadi daya tarik wisata dan kegiatannya juga melibatkan generasi muda.

“Apalagi PKB ini, bertepatan dengan musim liburan sekolah dan summer holiday yang menjadi momentum meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali. Jadi kami sangat mengapresiasi Pemerintah Provinsi Bali yang konsisten menggelar ini untuk ke-48 kalinya,ā€ kata wanita yang akrab disapa Ni Luh Puspa ini.

Sementara itu, Wamendukbangga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mendukung, PKB melibatkan anak-anak dan generasi muda dalam pawai budaya, karena regenerasi pelaku seni dan budaya Bali berjalan dengan baik di tengah momentum bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia.

ā€œSaat ini kan kita tengah masuk masa bonus demografi. Sementara kalau kita lihat tadi ada banyak sekali anak-anak dan generasi muda yang ikut berpartisipasi. Ini merupakan wujud nyata bahwa generasi muda dan anak-anak selalu tetap bisa melestarikan budaya,ā€ tegasnya.

Dia menilai, PKB tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Bali secara umum, tetapi juga memperlihatkan keunikan budaya dari masing-masing kabupaten dan kota di Bali. Sehingga, keterlibatan generasi muda dapat melahirkan penerus seniman dan pelaku budaya yang akan menjaga keberlangsungan budaya Bali menuju Indonesia Emas 2045.

ā€œDengan juga melibatkan anak-anak dan generasi muda, yang mudah-mudahan nantinya akan berarti bahwa penerus-penerus, calon-calon para penari, para seniman yang bisa melestarikan budaya Bali dapat terus dilestarikan menuju Indonesia Emas 2045,ā€ katanya.

Pihaknya turut mengapresiasi dalam PKB melibatkan penyandang disabilitas dari duta Kabupaten Badung yang ambil bagian dalam pawai budaya. Karena, keterlibatan mereka menunjukkan bahwa pelestarian budaya merupakan ruang inklusif, ruang bersama yang terbuka bagi seluruh masyarakat.

ā€œLuar biasa sekali. Karena ini memperlihatkan bahwa bagaimanapun kondisi kita, kita semua tetap dapat terlibat. Disabilitas, difabilitas, semuanya dapat turut melestarikan budaya kita. Dan semua tidak ada yang tertinggal, bisa sama-sama melestarikan budaya, terutama juga budaya Bali,ā€ pungkasnya. (WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER