SJK di Bali Tetap Solid Ditengah Dinamika Perekonomian Global

DENPASAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) di Provinsi Bali hingga akhir April 2026 terjaga dan tetap solid di tengah dinamika perekonomian global maupun domestik.

“Stabilitas sektor jasa keuangan yang terjaga tercermin dari kinerja perbankan, pasar modal, dan Industri Keuangan Non-Bank yang terus berkembang dan mendukung aktivitas perekonomian daerah,” kata Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman, dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).

Dia menjelaskan, kinerja intermediasi perbankan (Bank Umum dan BPR) di Provinsi Bali posisi April 2026 tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga dan likuiditas yang memadai. Penyaluran kredit berdasarkan lokasi bank tumbuh sebesar 6,41 persen yoy menjadi Rp121,00 triliun (April 2025: 6,93 persen yoy).

“Sementara itu, penyaluran kredit berdasarkan lokasi proyek tumbuh 9,14 persen yoy menjadi Rp147,64 triliun (April 2025: 5,66 persen yoy),” jelasnya.

Berdasarkan jenis penggunaannya, kata dia pertumbuhan kredit yoy masih didorong oleh peningkatan kredit investasi yang tumbuh sebesar Rp6,11 triliun atau 16,82 persen yoy (April 2025: 16,49 persen yoy).

Peningkatan pada kredit investasi menunjukkan kontribusi perbankan dalam mendukung pembiayaan ekspansi usaha demi mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Provinsi Bali. Lebih lanjut, kredit konsumsi tumbuh 4,68 persen yoy dan kredit modal kerja masih termoderasi -1,63 persen yoy.

Sementara itu, kata dia, berdasarkan kategori debitur, sebesar 51,26 persen kredit di Provinsi Bali disalurkan kepada UMKM dengan pertumbuhan positif sebesar 5,23 persen yoy (April 2025: 4,28 persen yoy).

“Penyaluran kredit UMKM tersebut didominasi oleh segmen usaha mikro dengan porsi sebesar 41,84 persen (tumbuh 11,10 persen yoy) dan segmen usaha kecil sebesar 37,99 persen (tumbuh 2,08 persen yoy),” katanya.

Jika ditinjau berdasarkan sektor ekonomi, lanjut dia penyaluran kredit didominasi oleh sektor Bukan Lapangan Usaha sebesar 33,32 persen (tumbuh 4,68 persen yoy) dan Sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 26,95 persen (tumbuh 1,20 persen yoy). (WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER