DENPASAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali dan empat universitas di Provinsi Bali dalam rangka peningkatan dan pemerataan literasi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, melalui program Kuliah Kerja Nyata Literasi dan Inklusi Keuangan (KKN LIK) 2026.
“Empat Universitas dimaksud adalah Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Ganesha, dan Universitas Warmadewa, dan Universitas Dhyana Pura,” kata Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman, di Denpasar, Kamis (16/7/2026).
Aliansi strategis dengan civitas academika merupakan salah satu strategi OJK Provinsi Bali dalam meningkatkan tingkat literasi dan inklusi di Bali sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat.
“OJK tidak dapat berjalan sendiri dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah khususnya di Provinsi Bali. Diperlukan aliansi strategis untuk mewujudkannya, bersama bergotong royong,” kata Parjiman.
Pembekalan di Kantor OJK Provinsi Bali diikuti oleh civitas akademik dari Universitas Udayana, Universitas Warmadewa dan Universitas Dhyana Pura, sedangkan pembekalan untuk peserta KKN dari Universitas Pendidikan Ganesha dilakukan di Fakultas Kedokteran universitas dimaksud.

“KKN LIK 2026 akan dilaksanakan pada Juli hingga Agustus di sembilan Kabupaten/Kota, yang diikuti 687 mahasiswa yang akan disebar di 50 desa,” jelasnya.
Sebelum terjun ke desa KKN LIK 2026, jelas dia, OJK Provinsi Bali memberikan pembekalan khusus kepada seluruh peserta mahasiswa peserta KKN LIK. Materi yang diberikan antara lain tentang OJK, pelindungan konsumen, waspada kejahatan di sektor jasa keuangan, pengelolaan keuangan, dan berbagai tema lainnya.
KKN LIK 2026 merupakan keempat kalinya dilaksanakan OJK berkolaborasi dengan berbagai universitas. Dari tahun 2023 sampai tahun 2025, KKN LIK telah dilaksanakan di 100 desa di seluruh Bali dan melibatkan lebih dari 1.500 mahasiswa.
“Sebagai apresiasi atas partisipasi mahasiswa KKN LIK 2026, seluruh peserta diberikan pertanggungan jiwa dan kecelakaan kerja dari BPJSTK dan top up dana investasi di pasar modal dari Bursa Efek Indonesia bagi civitas akademik yang sudah memiliki RDN,” jelasnya.
OJK berharap kepada perangkat desa dan seluruh masyarakat di desa KKN LIK 2026 dapat berpartisipasi dan membantu mahasiswa peserta KKN LIK dalam menjalan program-program edukasi yang akan dilaksanakan seperti Edukasi Ngiring ke Banjar, Edukasi Keluarga Cerdas Keuangan, Edukasi Sekolah, Edukasi Pemuda Desa, survey potensi desa serta survey literasi dan inklusi keuangan di desa KKN.
“Program KKN-LIK menjadi salah satu program prioritas OJK Provinsi Bali dan akan dilaksanakan secara berkesinambungan. Ke depan, OJK Provinsi Bali berkomitmen akan terus meningkatkan kolaborasi bersama pemerintah daerah dan civitas academica di Provinsi Bali, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) serta pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, sehingga mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di daerah,” jelasnya. (WIR)






