JEMBRANA – Dermaga ponton Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup mulai Senin (5/6/2023). Penutupan dermaga ponton ini akan berdampak pada jadwal dan jumlah kapal yang melayani penyeberangan Gilimanuk-Ketapang.
“Jadwal baru masih belum dikeluarkan. Kami masih menunggu perubahan jadwal dari pihak BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat),” kata Manajer Usaha PT ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Djumadi saat dikonfirmasi detikBali, Jumat (2/6/2023).
Nantinya, dermaga ponton tersebut akan diganti dengan dermaga moveble bridge (MB) yang pembangunannya sempat dihentikan sementara selama angkutan Lebaran April lalu. “Setelah pembangunan dermaga MB selesai, dermaga ponton akan dibuka kembali,” imbuhnya.
Saat ini, terdapat tujuh dermaga di Pelabuhan Gilimanuk yang melayani penyeberangan dengan empat kapal yang bersandar di setiap dermaga. Sehingga, total ada 28 kapal yang beroperasi secara reguler. Penutupan dermaga ponton memungkinkan setiap dermaga akan ditambah satu kapal.
“Dermaga MB yang akan digunakan nantinya terdiri dari tiga dermaga dan dapat melayani 15 kapal, sementara dermaga LCM dapat melayani 27 kapal. Dengan perubahan jadwal dan penambahan kapal yang bersandar di setiap dermaga MB dan LCM, diharapkan tidak akan mengganggu kelancaran lalu lintas penyeberangan,” tutur Djumadi.
Diketahui, dermaga MB tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas muat yang awalnya 10 ton menjadi 35 ton. Dermaga tersebut seharusnya mulai dikerjakan pada Maret 2023 awal. Namun, pengerjaannya diundur setelah angkutan Lebaran berakhir. (iws/gsp/dtc)