Senin, Juni 17, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Desa Les Buleleng Masuk Nominasi Anugerah Desa Wisata Kemenparekraf

BULELENG – Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali masuk ke dalam 50 besar desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Capaian tersebut sangat luar biasa, pasalnya bisa lolos dari total 6.016 desa wisata di seluruh Indonesia,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, Selasa.

Menurut dia keberhasilan ini menjadi bukti potensi Desa Les sebagai destinasi wisata yang kian bersinar di mata nasional.

Ia mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi ke Desa Les yang notabene sudah bekerja keras dalam proses penilaian dan juga melakukan akselerasi pengembangan destinasi wisata di kawasan tersebut.

Dody menilai Desa Les memiliki keunggulan dalam konsistensi menggelar festival dan kegiatan menarik wisatawan untuk berkunjung.

Lebih lanjut, Dody menjelaskan Dispar Buleleng akan mempersiapkan kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno ke Desa Les untuk melakukan peninjauan dan pencocokan data di aplikasi Jejaring Desa Wisata (Jadesta). Kunjungan akan dijadwalkan pada Juni atau Juli 2024.

Sementara itu, Perbekel Desa Les Gede Adi Wistara mengungkapkan rasa bahagia atas pencapaian ini. Keikutsertaan Desa Les dalam ADWI bukan kali pertama, melainkan kali ketiga.

Pada 2021 lalu, desa ini berhasil menembus 1.000 besar, dan di pada 2022 pula, Desa Les melaju ke 500 besar. Kegigihan dan dedikasi Desa Les dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan patut diapresiasi.

“Ini adalah anugerah bagi kami,” ucap Wistara sembari menambahkan bahwa raihan tersebut adalah hasil kerja kolaborasi banyak pihak.

Adapun tema ADWI tahun ini adalah “Desa Wisata Menuju Pariwisata Hijau Berkelas Dunia” selaras dengan visi dan misi Desa Les karena keindahan alam dan budaya Desa Les menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

“Pemerintah desa dan adat akan membentengi desa kami agar tidak terjamah pembangunan yang merusak alam,” ujar Adi.

Pencapaian Desa Les dalam ADWI 2024 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Pulau Dewata dan Indonesia untuk terus mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Keindahan alam dan budaya, dipadukan dengan keramahan masyarakat, menjadi modal penting bagi Desa Les untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia. (ant/sb)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER