Minggu, Mei 19, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dishub Proyeksi Anggaran LRT Bali Rp 10 Triliun

DENPASAR – Anggaran pembangunan Light Rail Transit (LRT) Bali diproyeksi mencapai Rp 10 triliun. Alokasi anggarannya untuk infrastruktur dan prasarana. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali IGW Samsi Gunarta menuturkan rencana pembangunan LRT Bali sudah dibahas Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas.

Pemerintah Korea pun sudah membantu melakukan feasibility study atau analisis kelayakan proyek. “Yang jelas, dari hasil yang keluar perkiraan itu anggaran Rp 10 triliun, untuk pembiayaan infrastruktur dan prasarananya,” ujarnya, Kamis (11/5/2023).

Samsi melanjutkan, Dishub mendorong percepatan kajian kelayakan proyeknya. Setelahnya, barulah menyiapkan pendanaannya. Namun anggaran itu, sambung Samsi, terbilang besar jika harus diongkosi dari APBD Bali.

Karenanya, pendanaan proyek tersebut tidak akan sepenuhnya mengandalkan APBD. “Kita (Bali) nggak akan kuat untuk membiayai proyek kereta LRT ini,” terang dia.

Adapun, untuk tahap awal, rute LRT Bali disiapkan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menuju objek wisata utama di Kabupaten Badung. Selanjutnya, rute akan dikembangkan menuju seluruh wilayah di Bali.

Samsi menyebut Pemprov Bali lebih memilih membangun LRT ketimbang moda transportasi umum lainnya. Alasannya, karena Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali tidak memiliki akses yang mudah untuk wisatawan menuju tempat wisata.

“Yang pertama, kita (Bali) nggak punya akses. Kedua, kalau kita terus-terusan bergantung pada kendaraan pribadi di jalan, ya nggak bisa (macet),” imbuhnya.

Samsi pun berharap LRT Bali akan terealisasi dengan cepat dan beroperasi pada 2027 mendatang. Sebelumnya diberitakan, Pemprov Bali berencana mengembangkan transportasi publik LRT. LRT merupakan moda transportasi berupa kereta dengan konstruksi ringan.

Hal itu diungkapkan Gubernur Bali Wayan Koster saat bertemu dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins di Gedung Jayasabha, Denpasar, Kamis.

Koster menyebut rencana pembangunan LRT berkaitan dengan implementasi kebijakan energi bersih. “Kami memang mengarah ke situ,” kata Koster.

Adapun LRT itu rencananya menghubungkan bandara dengan kawasan wisata utama di Badung. Koster mengaku akan menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Jenkins terkait rencana pembangunan LRT Bali.

“Saya merespons apa yang beliau sampaikan tadi mengenai kerja sama yang akan dilanjutkan, serta kerja sama dalam bidang-bidang tertentu yang akan ditindaklanjuti oleh tim Pemprov Bali dengan tim dari Kedutaan,” imbuh Koster. (BIR/nor/dtc)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER