Sabtu, Juli 13, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gen-Z Legal Talk: Menggali Integritas Hukum Bersama IOJ Law Firm dan PPHKI

BADUNG – Institute of Justice (IOJ) Law Firm bersama Perhimpunan Profesi Hukum Kristiani Indonesia (PPHKI) berbagi pengalaman kepada mahasiswa yang sedang mendalami Ilmu Hukum, lewat diskusi bertajuk Gen-Z Legal Talk pada Jumat (14/06).

Bertempat di Misanto Coffee Eatery Meetings Jl. Perumahan Dalung Permai No. 4 Blok 6, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung-Bali, tema pada diskusi tentang “Dilema KUHP Baru dan Praktek Penyelenggaraan Hukum di Indonesia.”

Dr. Albert Aries, S.H., M.H, menjadi salah satu narasumber Ahli Hukum Pidana yang pernah menjadi saksi ahli untuk Bharada E pada kasus Ferdy Sambo yang sempat menjadi pemberitaan di seluruh negeri.

Ia mengatakan acara seperti ini perlu dilakukan secara berkala. “Harus jadi pola rutin atau kebiasaan, mungkin bisa tiga bulan sekali, atau misalkan empat bulan sekali kita bikin, yang penting harus ada komunikasi, karena saat ini Indonesia sedang mengalami satu fase, di mana bonus demografi itu akan kita hadapi,” ungkap Dr. Albert.

Dia menambahkan, bonus demografi bisa menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi bisa menjadi keuntungan, tetapi di sisi lain, anak-anak muda ini belum mampu memanfaatkan teknologi yang ada ke arah yang baik.

“Memiliki generasi muda dengan usia produktif akan menghasilkan karya, namun pasti ada tantangannya. Bagaimana jika generasi muda itu belum sanggup menghadapi tantangan zaman, perkembangan teknologi? Inilah kesempatan yang baik untuk mempersiapkan mereka agar bisa menjadi pemenang,” tambahnya.

Acara dipandu perwakilan dari Recht Forma Community yang diikuti kurang lebih 30 peserta mahasiswa Fakultas Hukum dari 5 universitas berbeda, salah satunya dari Universitas Udayana, Warmadewa, Ngurah Rai, Teknologi Indonesia, dan Dwijendra.

Narasumber lainnya adalah Fredrik J. Pinakunary, S.H., S.E, pengacara yang pernah menjadi Kuasa Hukum Bharada E, mantan Ketua Umum PPHKI pusat, dan calon Pimpinan KPK periode 2019-2023.

Dia juga sangat mengapresiasi para peserta karena antusias mereka mengikuti acara hingga selesai. “Dari apa yang saya lihat tadi, mereka pay full attention walaupun mungkin ini bukan sesuatu yang besar. Kita juga bukan seperti pengacara kondang, tetapi yang saya tangkap atau lihat tadi, mereka sangat menaruh perhatian yang tinggi,” terang Fredrik.

Menurutnya, mereka bisa saja memilih untuk pergi ke tempat lain, tetapi anak-anak muda ini harus diberikan wawasan tentang integritas, bahwa sukses itu bukan seberapa hebat pamer harta atau liburan ke mana. Tetapi ketika bisa menjadi berkat untuk orang lain.

“Sebenarnya kami punya pilihan untuk healing ke daerah Jimbaran, tetapi memilih untuk ke sini. Karena media sosial sekarang, khususnya di bidang hukum, banyak praktisinya memamerkan sukses dari materi, padahal tidak seharusnya begitu, dan kami ingin memiliki pengikut yang banyak, terutama generasi Z ini,” tegasnya.

Generasi Z disebut juga igeneration atau generasi internet memiliki karakteristik pada tingkat pendidikan, keberagaman, dan penggunaan teknologi yang tinggi. Lahir pada kisaran tahun 1997 hingga 2012, sangat konservatif, bertanggung jawab, serta inovatif, sehingga mereka menjadi ketergantungan.

Narasumber terakhir yang membawakan materi adalah Dr. Lukas Banu, S.H., M.H, Chairman IOJ Law Firm yang beralamat di Jl. Raya Kerobokan No. 16, Kerobokan Kelod, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung-Bali.

Seorang penulis buku dan pemilik Yayasan Sosial Lukas Banu Peduli. Menurutnya, edukasi seperti ini sejalan dengan harapan pemerintah tentang persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

“Yang pertama, tentang persentase peserta yang hadir dari berbagai universitas. Jika tidak dibatasi, akan banyak sekali yang hadir. Artinya di sini kami tidak mencari kuantitas, tetapi memang mencari orang yang sungguh mau belajar. Kantor kami bersama PPHKI memfasilitasi itu,” tutur Dr. Lukas Banu.

Chairman IOJ Law Firm Dr. Lukas Banu, S.H., M.H membagikan hadiah berupa buku Pelita Bagi Kakiku edisi kedua kepada peserta yang memenangi game di akhir acara.

Dia juga berharap kepada generasi muda saat ini, untuk memiliki integritas yang jauh lebih baik dari generasi sebelumnya dan memiliki semangat arti hidup yang tidak hanya sekadar saja.

“Ketika pemerintah mendengungkan tentang Indonesia Emas 2045, tidak harus menunggu tahun yang akan datang tetapi diproses mulai dari sekarang. Kami mengambil bagian itu, bagaimana kita membagikan sesuatu kepada generasi ini, nantinya mereka jauh lebih baik dari kami. Poinnya satu saja, hidup ini berarti pada saat kapan? Ketika kalian bermanfaat bagi sesama,” imbuhnya.

Dihubungi secara terpisah, ketua panitia mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas berpikir mahasiswa hukum dari sudut pandang langsung dari praktisinya.

“Agar mereka yang terpilih ini, memiliki pemahaman tentang KUHP yang baru, kemudian dapat menambah insight dan motivasi jika ingin menjadi seorang lawyer itu bagaimana caranya, kemudian jika ingin membedah KUHP tersebut, apa saja yang menjadi keresahan mereka dan mendapat jawaban dari ahlinya,” kata I Gede Taruna Santosa.

Ayu Intan Mulya Pratiwi, peserta dari Fakultas Hukum Universitas Warmadewa, yang ingin menjadi seorang notaris di masa depan, mengatakan, dari pemaparan para narasumber bahwa menjadi seorang yang sukses dan menguasai profesi memang perlu sekali memiliki integritas yang tinggi, kerja keras, rendah hati. “Tidak lupa untuk berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan yang kita yakini,” tutup Ayu Intan.

Pewarta: Artha Wayan
Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER