Sabtu, Juli 13, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

ISI Denpasar Tampil Dalam Ajang Nasional dan Internasional Bergengsi

DENPASAR– Tim mahasiswa dan dosen Institut Seni Indonesia Denpasar, Bali, semakin mengepakkan sayap inovasi seni, desain, dan budaya karya sivitas akademika dengan tampil pada festival nasional bereputasi dan ajang internasional bergengsi.

Rektor ISI Denpasar Prof Dr Dr Wayan “Kun” Adnyana di Denpasar, Rabu, mengatakan tim mahasiswa dan dosen ISI Denpasar belum lama ini telah tampil di Kota Malang dan Situbondo, Jawa Timur serta di Kuala Lumpur Malaysia dan Paris, Perancis.

Tim mahasiswa ISI Denpasar sebelumnya berkolaborasi dengan dosen menampilkan koreografi topeng Babarongan pada International Mask Festival (IMF) II, di Kota Malang, Jawa Timur pada 17 November 2023. Koreografi berjudul “Ruwat Tri Semaya” didukung 20 penyaji, dipimpin langsung Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Prof Komang Sudirga.

Pada momen hampir bersamaan, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Tari mengkreasi koreografi prosesi untuk Situbondo Etnik Festival (SEF) di Situbondo, Jawa Timur pada 26 November 2023. Koreografi prosesi berjudul Waruna Murti dengan koreografer mahasiswa Satria Wirapranata. Pergelaran ini melibatkan 20 penyaji dan dua pembina (Kandiraras MA dan Reni Anggraeni MPd).

Selanjutnya bersamaan dengan ajang Internasional Paris Fashion Week, karya koreografi dan desain fashion ISI Denpasar tampil untuk Festival Nusantara (Féte De L’Archipel) tahun 2023 beberapa waktu lalu di Paris.

Partisipasi ISI Denpasar di kota mode Paris atas undangan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk Perancis Mohammad Oemar, dalam Festival Nusantara mengusung karya koreografi inovatif bertajuk “Waruna-Mukti-Dwipantara” yang mengisahkan kejayaan maritim Nusantara, sejak masa Kutai hingga Indonesia Merdeka.

Selain menampilkan koreografi tematik tersebut, tim yang berjumlah 20 penyaji, terdiri atas mahasiswa terpilih, dosen, dan tenaga kependidikan, juga mempersembahkan komposisi tari nusantara, Kakebyaran Oleg Tamulilingan dan Kebyar Duduk Kembar.

Selanjutnya peragaan busana adikarya mahasiswa Program Studi Desain Mode ISI Denpasar bernama Nata Kerthi Fashion Designer. Busana anggun berbasis endek hasil karya lima mahasiswa tersebut tampil bersanding karya desainer kenamaan Indonesia, yang diperagakan langsung model internasional.

Tim seni dan desainer yang dipimpin langsung Rektor ISI Denpasar Prof Kun Adnyana dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Prof.Komang Sudirga ini, juga melibatkan kolaborasi musisi gamelan Panca Indra asal Perancis.

“Partisipasi ini akan memposisikan ISI Denpasar sebagai perguruan tinggi yang bereputasi internasional, terlebih serangkaian ajang ini juga dijajaki kerja sama dengan Université Paris Nanterre dan Lembaga Kebudayaan Philharmonie De Paris,” kata Kun Adnyana.

Sementara itu Duta Besar LBBP untuk Perancis Moh Oemar mengapresiasi partisipasi ISI Denpasar dalam festival diplomatik terpenting Indonesia di Kota Paris.

Selain melalui skema diseminasi hasil pembelajaran dan karya inovasi, misi internasional ISI Denpasar juga hadir melalui skema Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional bernama Nata Citta Bhuwana.

Pengabdian internasional dimaksud dilaksanakan di Sekolah Internasional Kuala Lumpur (SIKL) selama empat minggu, 10 September-4 Oktober 2023, terbagi dalam empat tim pengabdi.

Sedangkan Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional atas undangan Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Kuala Lumpur, Malaysia, Prof Dr Muhammad Firdaus, bertujuan untuk mengajarkan seni-desain-budaya Nusantara kepada anak-anak migran Indonesia yang sedang menempuh pendidikan SD, SMP, dan SMA pada SIKL.

Pembelajaran seni-desain-budaya Nusantara menjadi penting untuk menumbuhkan generasi Indonesia yang berkarakter, terlebih anak-anak migran Indonesia ini rata-rata lahir dan tumbuh di Malaysia sehingga pengetahuan kebudayaan Indonesia sangat terbatas.

PKM Internasional dilaksanakan selama empat minggu dengan empat tim yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa ISI Denpasar. Setiap tim mengajarkan seluruh bidang seni dan desain (lukis, kriya, gamelan, tari, desain), termasuk teknik fotografi.

Kepala Sekolah SIKL, Friny Napasti, MPd, berharap PKM Internasional ISI Denpasar dilaksanakan berkelanjutan karena pengabdian selama empat minggu ini sangat berarti dan berhasil mewujudkan secara konkret koreografi Cak Nusantara yang ditampilkan siswa SIKL secara kolaboratif. (ant/sb)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER