Senin, Juni 17, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kejari Badung Musnahkan Barang Bukti Dari 229 Perkara

BADUNG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung, Bali,  melaksanakan pemusnahan barang bukti, perkara tindak pidana umum (Pidum) dan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) periode November 2023 sampai Mei 2024, yang turut dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa.

“Barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 229 perkara yaitu tindak pidana umum terdiri dari; perkara tindak pidana narkotika sebanyak 113 perkara, dengan nilai Rp3.582.621.320,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Badung Dr. Suseno didampingi Kasipidum Kejari Denpasar I Gede Gatot Heriawan yang juga Plh. Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan.

Pemusnahan barang bukti yang berlangsung di Kantor Kejari Badung, itu turut dihadiri Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Forkopimda Badung serta Pejabat terkait Pemkab Badung.

Dimana, barang bukti terkait lainnya yang dimusnahkan antara lain handphone dan timbangan digital berbagai merk, pakaian, tas, bong/alat hisap shabu dan lainnya. Perkara tindak pidana orang dan harta benda, tindak pidana terhadap keamanan negara dan ketertiban umum serta tindak pidana lainnya sebanyak 58 perkara.

Dengan barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari; senjata tajam, pakaian, handphone, dokumen dan lainnya. Suseno juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Badung dan Forkopimda Badung yang telah bersinergi dalam upaya menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat.

Ditambahkan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengapresiasi kinerja segenap aparat penegak hukum yang telah memberantas pelaku kejahatan, peredaran narkoba dan hal-hal lain yang melanggar hukum serta mengganggu keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

“Kegiatan ini sebagai wujud komitmen kita bersama untuk senantiasa menegakkan hukum sebagai salah satu prinsip dasar pembangunan berkelanjutan di badung yang disebut pro law enforcement,” jelasnya.

Lebih lanjut Suiasa menyebut, kegiatan pemusnahan barang bukti merupakan salah satu kewajiban konstitusional yang telah dilakukan Kejari Badung. Artinya Kejari Badung sudah mampu membuktikan dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa betul-betul dan berkomitmen melaksanakan kepastian hukum. Untuk itu diharapkan selalu terbangun sinergitas yang baik sebagai kunci sukses bersama dalam menghadapi era keterbukaan dan globalisasi sekarang ini.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri, kita harus sama-sama bekerja dan harus bekerjasama serta saling memberikan kekuatan, dengan kata kunci sinergitas,” pungkasnya.(WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER