Kamis, April 3, 2025
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Keyakinan Konsumen Ekonomi Bali Terus Bertumbuh

DENPASAR – Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia Provinsi Bali periode Februari 2025, tercatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada level optimis (indeks > 100), meskipun termoderasi sebesar -4,9% (mtm) dari 144,9 menjadi 137,8.

“Pada bulan Februari 2025, optimisme konsumen di Bali masih tetap positif. Keyakinan konsumen di Bali tetap kuat dalam menghadapi tantangan global dan nasional. Karena, tingkat inflasi yang terkendali pada 1,21% (yoy) di Februari 2025, masih dalam rentang target inflasi sebesar 2,5% ± 1%,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, pada Rabu (20/3/2025).

Dia menjelaskan, penurunan pada Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) sebesar -4,9% (mtm) menjadi 128,3 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) di Balisebesar -5,0% (mtm) menjadi 147,2.

“Hal tersebut sejalan dengan adanya konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama yang mengalami normalisasi pasca libur panjang,” jelasnya.

Meskipun demikian, kata dia, Indeks Kegiatan Usaha Saat Ini tetap terjaga sejak periode sebelumnya sebesar 100,0. Hal tersebut menunjukkan, bahwa optimisme konsumen masih tetap terjaga terhadap prospek ekonomi.

“Berbagai upaya pemerintah telah diimplementasikan untuk menjaga konsumsi, antara lain yaitu kebijakan diskon tarif listrik 50% untuk pelanggan rumah tangga, serta diskon harga tiket pesawat pada periode Idulfitri 2025,” katanya.

Tidak dapat dipungkiri, kata dia, perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idul Fitri pada Maret dan April 2025 berpotensi mendorong pertumbuhan tingkat konsumsi di Provinsi Bali.

Secara nasional, jelas dia, IKK juga mengalami sedikit penurunan dari 127,2 pada bulan Januari 2025 menjadi 126,4. Survei Konsumen merupakan survei bulanan yang dilakukan Bank Indonesia untuk mengetahui tingkat keyakinan konsumen mengenai kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi perekonomian ke depan.

“Bank Indonesia terus berupaya untuk menjaga stabilitas inflasi Bali untuk mendukung daya beli masyarakat. Inflasi yang terjaga akan memberikan efek positif terhadap peningkatan konsumsi rumah tangga, pertumbuhan investasi, dan produktivitas ekonomi Bali,” ucapnya.

Demikian pemberian stimulus dari pemerintah diharapkan dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan, di tengah dinamika ekonomi global dan nasional.

“Sinergi bersama Bank Indonesia, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat daya beli masyarakat,” jelasnya.(WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER