Senin, Juni 17, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kinerja Penjualan Eceran Bali Meningkat

DENPASAR – Kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali pada Januari 2024, meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

“Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali pada Januari 2024 yang diprakirakan sebesar 109,4 atau secara bulanan meningkat 0,6% (mtm) dibandingkan dengan periode Desember 2023 yang tercatat sebesar 108,7,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, Jumat (23/2/2024).

Tren peningkatan kinerja penjualan eceran di Bali, kata dia, terus terjadi dalam 11 bulan terakhir seiring dengan semakin membaiknya kondisi perekonomian di Bali.

Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi Bali sepanjang tahun 2023 yang mencapai 5,71% (yoy) atau menduduki peringkat ke-6 tertinggi dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia.

Dia menjelaskan, kenaikan indeks penjualan eceran di Bali juga dipengaruhi upaya untuk menjaga kestabilan harga barang dan jasa yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan oleh pemerintah daerah bersama Bank Indonesia.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari 2024, Provinsi Bali tercatat mengalami deflasi (penurunan harga) sebesar 0,09% (mtm). Secara tahunan, Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 2,61% (yoy) atau tetap berada pada kisaran sasaran inflasi tahun 2024, yaitu 2,5±1% (yoy).

Erwin menambahkan, meningkatnya penjualan eceran di Bali pada Januari 2024 didorong oleh kenaikan pada sebagian besar kelompok barang terutama sub kelompok sandang sebesar 8,0% (mtm), kelompok barang lainnya sebesar 4,8% (mtm), dan kelompok suku cadang dan aksesoris sebesar 3,8% (mtm).

“Namun demikian, terdapat satu kelompok barang yang mengalami kontraksi yaitu kelompok barang peralatan informasi dan komunikasi sebesar 2,4% (mtm),” jelasnya.

Lebih lanjut, Erwin menyampaikan bahwa pertumbuhan IPR Bali pada periode laporan lebih baik dibandingkan dengan IPR Nasional yang diprakirakan terkontraksi sebesar 1,0% (mtm) yakni dari 218,1 pada Desember 2023 menjadi 216,0 pada Januari 2024.(WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER