Sabtu, Juli 20, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Menparekraf Sandiaga Sambangi Desa Wisata Serangan

DENPASAR – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi Desa Wisata Serangan di Kelurahan Serangan, Kota Denpasar, Selasa (16/5).

Kedatangan Menparekraf tersebut merupakan rangkaian visitasi dan penilaian lapangan 75 Besar Anugrah Desa Wisata Indonesia Tahun 2023. Dimana, untuk Bali Desa Wisata Serangan lolos bersama dua desa lainya, yakni Desa Wisata Kenderan, Kabupaten Gianyar dan Desa Wisata Manistutu, Kabupaten Jembrana.

Dijumpai di sela kunjungan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) merupakan sebuah ajang untuk pembinaan dan memberikan apresiasi bagi pengelola Desa Wisata di Indonesia. Hal ini sesuai dengan RPJMN bahwa kemenparekraf berkewajiban untuk membina Desa Wisata.

“Kami mengundang semua pihak yang berkepentingan karena Desa Wisata ini sangat menyentuh pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya

Lebih lanjut dikatakan, ke depan desa wisata yang telah masuk nominasi agar terus dikembangkan dan diberikan sentuhan kegiatan. Sehingga kedepannya mampu secara berkelanjutan meningkatkan perekonomian masyarakat. Terlebih desa wisata mampu menjadi solusi atau pemenang saat pandemi Covid-19 melanda beberapa waktu lalu.

“Desa Wisata menjadi pemenang pandemi yang bisa menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan target Tahun 2024 sebanyak 4,4 Juta lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Secara kualitas, Sandiaga Uno memberikan apresiasi terhadap Desa Wisata Serangan dan desa wisata lainya di Bali. Dimana, pihaknya menilai pengelolaan desa wisata telah memenuhi standar internasional.

“Kualitasnya kalau ini menurut saya kelas dunia, saya sudah berkeliling desa wisata tak hanya di Indonesia tapi dibelahan dunia lainya, Desa Wisata Serangan dan desa wisata yang ada di Bali ini pengelolaannya sangat maju dan sangat memberdayakan masyarakat, pemerintah tinggal melaksanakan fasilitasi,” ujar Sandiaga Uno.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, pengembangan desa wisata perlu didukung dengan manajemen atau pengelolaan dengan kelembagaan yang solid, fleksibel dan sederhana serta dinamis.

Sehingga pengelolaan desa wisata harus mandiri, melibatkan tokoh desa dan masyarakat setempat serta berbasis pada asas manfaat bukan asas keuntungan (profit oriented).

Dikatakan Jaya Negara, Pemerintah Kota Denpasar Dan Masyarakat Kelurahan Serangan pada khususnya merasa berbahagia atas masuknya desa wisata serangan dalam 75 besar Desa Wisata Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 dari total 4.573 desa wisata yang telah terdaftar di platform Jadesta.

“Ini tentunya membangkitkan semangat bagi kami dalam penyelenggaraan pariwisata berbasis community dan pariwisata berkelanjutan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat, Desa Wisata Maju, Ekonomi Daerah Bangkit, Masyarakat Sejahtera,” ujar Jaya Negara.

Dia berharap, dengan masuknya desa wisata serangan dalam anugerah desa wisata indonesia tentunya sebagai cambuk bagi desa wisata lain untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan dan berkualitas di Kota Denpasar.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Serangan, I Wayan Sutarja Putra menjelaskan, sejak 2015, Desa Wisata Serangan, di Pulau Serangan, Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar telah ditetapkan sebagai desa wisata oleh Wali Kota Denpasar.

Penetapan berdasarkan SK Walikota Denpasar Nomor  188.45/472/HK/2015 tentang Penetapan Desa Wisata. Seiring itu, desa wisata ini terus mengalami perkembangan dengan menawarkan sejumlah potensi wisata yang dimilikinya.

Tahun ini, dengan mengusung tagline ‘Desa Wisata Serangan-Island of Gold’, Desa Wisata Serangan berhasil merangsek 75 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 yang bersaing dengan sekitar 4.000-an desa wisata di seluruh Indonesia.

Sutarja mengingat Desa Wisata Serangan menawarkan beragam keindahan yang ikonik. Hal ini meliputi wisata budaya spiritual, seperti ada sejumlah pura seperti Pura Sakenan, Pura Susunan Wadon, Pura Pura Dalem Cemara, hingga Masjid Assyuhada.

Selain itu, ada potensi wisata alam, yakni wisata bahari mencakup wisata memancing, snorkeling, parasailing, hingga surfing. Ada juga wisata pendidikan pelestarian penyu di TCEC (Turtle Conservation and Education Centre). Selain itu sebagai wilayah pesisir, Desa Wisata Serangan juga dikenal dengan kuliner lautnya.

“Tentu dengan segala keindahan dan potensi pengembangan pariwisata di Desa Wisata Serangan, kami berharap Desa Wisata Serangan mampu menjadi yang terbaik, dan menjadi Desa Wisata Unggulan Terbaik Indonesia di Tahun 2023 ini,” ujarnya.

Sejak tiba, rombongan Menparekraf Sandiaga Uno langsung disambut Tari Pendet yang dilanjutkan dengan pemaparan Desa Wisata Serangan oleh Ketua Pokdarwis Desa Wisata Serangan. Usai mengikuti pemaparan, rombongan bergerak menuju stand UMKM khas Serangan.

Beraneka ragam kuliner dan kerajinan turut tersedia, mulai dari Bulung khas Serangan, Kerajinan Kerang, dan beragam produk lainya. Usai meninjau UMKM, Sandiaga Uno tampak bermain Jet Sky sembari melepas Tukik yang dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian Desa Wisata Serangan sebagai 75 Desa Wisata Terbaik berkelas dunia untuk Indonesia Bangkit. Turut diserahkan pula piagam penghargaan dan bantuan sarana prasarana pendukung Desa Wisata. (WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER