Selasa, Juni 25, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

OJK Dan Perbankan Target NZE

DENPASAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Perbankan, berkomitmen mewujudkan pengembangan keuangan berkelanjutan di Indonesia menuju pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) di tahun 2060.

Dukungan OJK dan industri perbankan untuk pengelolaan risiko perubahan iklim disampaikan pada acara Indonesian Banking Road to Net Zero Emissions yang dibuka Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar.

“Kami menerbitkan empat produk dan satu produk internal dalam OJK Road to Net Zero Emission ini karena sebagai organisasi harus memiliki langkah komitmen dan strategi kegiatan yang dilakukan dalam memenuhi Net Zero Emission itu,” kata Mahendra, didampingi Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, pada Senin (4/2/2024).

Komitmen ini, dibubuhkan melalui penandatanganan komitmen dukungan NZE oleh tujuh perbankan dan peluncuran panduan Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS).

Mahendra Siregar menyampaikan, OJK selaku regulator di sektor jasa keuangan telah bertindak nyata dalam menyusun strategi dan kebijakan untuk mendukung kewajiban Net Zero Emission.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae menyampaikan bahwa CRMS merupakan bagian dari rangkaian kebijakan OJK dalam mendukung keuangan berkelanjutan.

“Panduan CRMS diharapkan dapat menjadi bridging policy sebelum berlakunya standar internasional terkait management and supervision of climate-related financial risks. Dalam penerapannya, panduan ini juga tidak dapat berdiri sendiri dan sangat erat kaitannya dalam mendukung implementasi kebijakan keuangan berkelanjutan OJK saat ini dan ke depan,” kata Dian.

Penerbitan panduan CRMS bertujuan membantu bank dalam mengukur dampak iklim pada kinerja dan keberlanjutan bisnisnya melalui standardisasi kerangka manajemen risiko iklim, penetapan skenario dan kerangka metodologi yang seragam, serta didukung sumber data dan referensi.

“Panduan CRMS diharapkan dapat menjadi bridging policy sebelum berlakunya standar internasional terkait management and supervision of climate-related financial risks,” katanya.(WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER