Senin, Juni 17, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pasca Kebakaran, Pertamina Dukung Kepolisian Bali Tindak Tegas Praktik Pengoplosan Gas

DENPASAR – PT Pertamina Patra Niaga Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, mendorong Kepolisian Bali menindakantegas dugaan praktek pengoplosan gas, pasca kebakaran di Gudang LPG 3 Kg, Pergudangan Cargo Taman II Ubung Denpasar Utara, Minggu (9/6/2024) pagi.

“Pengoplosan gas bersubsidi 3kg sangat merugikan masyarakat. Dan, kami Pertamina mendukung penindakan hukum pelaku pengoplosan,” pungkas Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Ahad Rahedi, saat dikonfirmasi, Senin (10/6/2024).

Dia menjelaskan, tindakan pengoplosan juga berbahaya bagi pelaku yang melakukannya dan bagi pengguna LPG yang telah dioplos, karena mengancam aspek keselamatan.

Mengingat, pengisian yang tidak sesuai standar pengisian LPG Pertamina, mempengaruhi aspek  kualitas dan keamanannya yang tidak terjamin.

“Pertamina mengimbau kepada masyarakat, agar segera melaporkan jika menemukan ada tindakan yang dicurigai sebagai penyalahgunaan di sekitarnya,” tuturnya.

Laporan bisa disampaikan ke pihak kepolisian terdekat untuk mendapat penanganan sesuai prosedur. Jadi, dukungan masyarakat yang mewaspadai lingkungan sekitarnya tentu sangat membantu kepolisian, dalam menindak para pelaku penyalahgunaan LPG.

“Untuk kejadian kemaren, Kami menduga tempat tersebut merupakan tempat praktik pengoplosan dengan  didapati tabung 3 KG, 12 KG dan 50 KG,” katanya.

Dia menjelaskan, Pertamina Patra Niaga wilayah Bali telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian, pada Minggu (9/6/2024). Dan hasil pengecekan diisampaikan bahwa Gudang  LPG 3 kg yg diduga menjadi tempat pengoplosan tersebut bukan merupakan agen/pangkalan LPG Pertamina.

“Saat ini pihak Pertamina menunggu hasil investigasi dan rilis resmi dari kepolisian,” jelasnya.(WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER