Rabu, Februari 26, 2025
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pertamina Klaim Tak Ada Kelangkaan Solar di Buleleng

BULELENG – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyanggah kelangkaan solar di Buleleng, Bali. Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengeklaim stok solar di Gumi Panji Sakti, sebutan untuk Buleleng, mencukupi.

“Untuk stok solar tidak ada kelangkaan,” kata Ahad Rahedi kepada detikBali Rabu (7/6/2023). Menurut Ahad, antrean kendaraan yang mengular di SPBU Banyuasri disebabkan peningkatan jumlah kendaraan yang mengisi bahan bakar minyak (BBM). Kendaraan itu mengantre secara bersamaan sehingga terlihat mengular.

Ahad menjelaskan sudah mendapatkan informasi ihwal antrean kendaraan di SPBU di Buleleng. Pertamina Patra Niaga sudah mengirimkan stok solar ke SPBU tersebut pada Selasa malam (6/6/2023). “Semoga besok bisa normal kembali,” ujar Ahad.

Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Buleleng, Bali, Rabu siang (7/6/2023), dipenuhi antrean truk, pikap, bus, dan kendaraan angkutan barang lainnya, yang hendak mengisi solar. Salah satu antrean cukup panjang terjadi di SPBU Banyuasri, Singaraja.

Pantauan detikBali di lokasi, antrean mobil dan truk angkutan barang mengular sampai ke jalan raya hingga menyebabkan arus lalu lintas sedikit terganggu.

Salah seorang sopir Wayan Sutrisna mengaku sudah mengantre sejak pukul 08.00 Wita. Pria berusia 32 tahun itu memilih datang pagi karena sehari sebelumnya sempat mencari solar di SPBU lain. Namun, ia tidak mendapat BBM bersubsidi itu meski sudah mengantre sampai malam.

“Sempat keliling kemarin. Terakhir di SPBU Sangsit, antre di sana nggak kebagian, karena keburu jam tutup. Sekarang di sini antre,” kata Sutrisna, Rabu.

Manajer SPBU Banyuasri Luh Putu Krisna Dewi mengatakan antrean panjang yang terjadi kemungkinan disebabkan oleh stok solar di SPBU lain yang kosong. Sehingga banyak pengguna solar yang beralih ke SPBU Banyuasri.

Untuk mengatasi supaya tidak kehabisan stok, SPBU Banyuasri telah menambah kuota solar menjadi 16 kiloliter. “Sekarang masih antre juga. (Jadi) kami nambah permintaannya, (karena) takutnya kan kosong lagi. Biasanya kami 8 kiloliter per hari, sekarang 16 kiloliter,” ujarnya. (gsp/gsp/dtc)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER

Close