Sabtu, Juli 20, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pertemuan SEAMEO CECCEP di Bali Bahas Program PAUD Asia Tenggara

BADUNG – SEAMEO Center for Early Childhood Care and Education (CECCEP), menggelar Pertemuan Dewan Pembina (Governing Board Meeting) ke-6, di Bali, selama dua hari (10-11 Oktober 2023), yang membahas program pendidikan anak usia dini (PAUD) se-Asia Tenggara.

Dalam kegiatan itu juga dirangkaikan dengan kegiatan Annual Early Childhood Education and Parenting Regional Forum on Holistic Integrated ECCE and A Follow Up Plan for ASEAN Declaration on ECCE.

“Pertemuan Dewan Pembina ke-6 ini menjadi kesempatan bagi SEAMEO CECCEP untuk memberikan laporan menyeluruh mengenai program-program yang telah dijalankan selama satu tahun terakhir,” kata Direktur SEAMEO CECCEP, Vina Andriany, Selasa (10/10/2023).

Vina mengatakan, pertemuan ini mewadahi berbagai inisiatif dan gagasan mendatang terkait dengan layanan dan pendidikan anak usia dini (PAUD) di kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, Vina menambahkan, kerja sama yang dilakukan SEAMEO CECCEP dengan berbagai mitra seperti universitas, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, sangat krusial dalam implementasi program-program SEAMEO CECCEP.

“Praktik baik yang dihasilkan dari kerja sama dapat menjadi dasar yang kokoh untuk pengembangan dan implementasi lebih lanjut di masa depan. Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi upaya perluasan dan peningkatan inisiatif PAUD di wilayah tersebut,” sambungnya.

Dewan Pembina merupakan pengambilan keputusan utama yang mengarahkan upaya SEAMEO CECCEP dalam hal penelitian, pengembangan kapasitas, advokasi, dan kemitraan terkait pendidikan anak usia dini dan parenting. Pertemuan dihadiri oleh sejumlah anggota Dewan Pembina SEAMEO CECCEP, antara lain Komalasari dari Indonesia, Park Kosal dari Kamboja, Shiphaphone Manivanh dari Laos, Alma Ruby C. Torio dari Filipina, dan Wongdusn Suwansiri dari Thailand. Selain itu hadir pula Oman sebagai perwakilan dari Malaysia dan Kamaleswaran Jayarajah sebagai perwakilan dari Sekretariat SEAMEO.

Ditambahkan Perwakilan Sekretariat SEAMEO, Kamaleswaran Jayarajah, mengungkapkan apresiasinya terhadap momentum pertemuan kali ini. Keberhasilan kolaborasi antara SEAMEO dan Sekretariat ASEAN dalam penyelenggaraan Southeast Asia Policy Dialogue on Early Childhood Care and Education pada bulan Juli lalu, menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memajukan pendidikan anak usia dini di kawasan Asia Tenggara.

“Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan kerja sama yang solid, namun juga menciptakan landasan kokoh untuk inovasi dan peningkatan kualitas pendidikan di masa mendatang,” ucap Kamaleswaran.

Sementara itu, Anggota Dewan Pembina dari Indonesia, sekaligus perwakilan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Komalasari menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan kesempatan yang luar biasa bagi para anggota Dewan Pembina SEAMEO CECCEP dari seluruh wilayah untuk berkolaborasi dan menyumbangkan pemikiran serta energi demi memajukan pendidikan anak usia dini yang berkualitas.

“Momen ini merupakan langkah besar untuk membina keharmonisan antara Sekretariat SEAMEO dan Sekretariat ASEAN, serta menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam mempromosikan layanan dan pendidikan anak usia dini,” ungkap Komalasari.

Pihaknya juga mengapresiasi dewan pembina atas dukungan mereka dalam kegiatan Southeast Asian Policy Dialogue on Early Childhood Care and Education di Jakarta, yang menghasilkan deklarasi pemimpin Asia Tenggara tentang layanan dan pendidikan anak usia dini.

Vina berharap bahwa pertemuan ini dapat menghasilkan kontribusi yang substansial bagi pertumbuhan layanan dan pendidikan anak usia dini di Asia Tenggara. “Tujuan utama kami adalah pencapaian layanan dan pendidikan anak usia dini yang universal. Tugas ini menuntut dedikasi dan tindakan kolektif, dan kami berkomitmen untuk mewujudkan tujuan ini bersama-sama,” tuturnya.

Pertemuan ini ditutup dengan semangat untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan pada pendidikan di kawasan tersebut.(WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER