Sabtu, Juli 13, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Polisi Amankan Pelaku Penyerangan Kantor Satpol PP Denpasar

DENPASAR – Tim Gabungan Polresta Denpasar dan Sat Brimob Polda Bali, mengamankan terduga pelaku penyerangan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar. “Anggota kami, mengamankan 4 orang terduga pelaku, penyerangan,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Senin (27/11/2023)

Inisial para pelaku, kata Jansen, yakni NK, NS, UIT dan HR, yang saat ini telah diamankan di Polresta Denpasar, untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Jansen menjelaskan, ada rekan dari pelaku yang mengaku-ngaku sebagai anggota TNI dan sempat mengacungkan anggota Satpol PP dengan senjata api. Pihaknya, telah berkoordinasi dengan TNI (Pom Dam IX Udayana), guna untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

Diterangkan Jansen, aksi penyerangan dan penganiayaan anggota Satpol PP Kota Denpasar, serta pengerusakan kantor oleh kelompok orang tidak dikenal, terjadi Minggu (26/11/2023) pukul 04.30 wita.

Anggota Satpol PP Kota Denpasar, yang mengalami penganiayaan berinisial IKGA (52 tahun) mengalami luka robek di kepala bagian belakang, bibir pecah, kelopak mata lebam masih di rawat Opname di Rumah Sakit Wangaya.

Korban lainnya dari petugas Satpol PP Denpasar berinisial IGATY (33 tahun) mengalami luka robek di dahi dengan 4 jaritan. Kemudian, korban IWW (36) mengalami luka robek di bibir, korban AAMW (24) mengalami luka memar dan lecet di bibir. Dan korban INB (53) mengalami luka dan memar di rahang manan.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi atau korban, pada Sabrtu (25/11/2023) sekitar pukul 23.00 wita, anggota Satpol PP Kota Denpasar dibawah pimpinan Komandan Regu Satu I Wayan Wiratma beserta 16 anggota, melaksanakan penertiban pada beberapa lokalisasi yang ada di Jalan Danau Tempe, Sanur Kauh.

Pada saat itu, petugas Satpol PP Denpasar berhasil mengamankan sebanyak 33 orang perempuan yang diduga sebagai PSK dan selanjutnya dibawa ke kantor  Satpol PP di Jln. Kecubung I No. 4 Denpasar untuk didata dan pembinaan.

Sekitar pukul 12.30 wita mereka sampai di kantor dan para perempuan yang sebelumnya diamankan tersebut dilakukan pendataan  dan berakhir sekitar pukul 02.00 wita dan setelah pendataan. Para perempuan tersebut, selanjutnya stand bay dan berkumpul di loby kantor.

Namun, sekitar pukul 04.00 wita datang seorang laki-laki tidak dikenal berteriak-teriak di depan pintu gerbang kantor meminta untuk dibukakan pintu. Kemudian orang tersebut didatangi beberapa petugas Satpol PP ke depan pintu gerbang untuk mengecek dan  menanyakan maksud kedatangannya.

Terduga pelaku, berteriak dan marah-marah kepada anggota Satpol PP dan diduga mengeluarkan sepucuk pistol yang mengacungkan kepada petugas (Satpol PP).

“Karena merasa takut, anggota Satpol PP yang mendatangi ke pintu gerbang kemudian mundur ke dalam kantor. Dan secara bersamaan seperti dikomando lalu, datang sekelompok orang sekitar 25 orang (diduga sebelumnya sudah menunggu di sebelah Timur pintu gerbang) mendobrak pintu gerbang dan menyerbu ke dalam kantor sambil berteriak-teriak,” kata Jansen.

Kemudian mereka langsung melakukan penyerangan secara membabi buta terhadap anggota Satpol PP menggunakan tangan kosong dan beberapa potongan kayu.

“Mereka langsung menyerang setiap anggota Satpol PP dengan cara memukul, menendang, menginjak dan menganiaya, sehingga membuat anggota Satpol PP ketakutan dan berusaha mengamankan diri masing-masing,” Jelas Jansen.

Selain menganiaya anggota Satpol PP,  kata dia, beberapa orang lainnya merusak mobil dinas, melempar berbagai benda keras serta merobohkan sepeda motor milik anggota Satpol PP dan aksi mereka berlangsung sekitar 30 menit.

Setelah melakukan penganiayaan dan pengerusakan, kelompok orang tidak dikenal tersebut. Kemudian para gerombolan tersebut meninggalkan kantor serta membawa para perempuan PSK yang sebelumnya berhasil diamankan petugas Satpol PP.(WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER