Sabtu, Juli 20, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PPHKI Indonesia Justice Conference 2023 Hadirkan Advokat Internasional

DENPASAR – Perhimpunan Profesi Hukum Kristiani Indonesia (PPHKI) menyelenggarakan Indonesia Justice Conference (IJC) 2023. Memiliki visi untuk menjadi perhimpunan para profesional hukum yang takut akan Tuhan dan memiliki kemauan untuk mengubah Indonesia melalui praktik hukum yang mumpuni dan keadilan yang holistik bagi semua.

Provinsi Bali pada kesempatan kali ini terpilih menjadi tuan rumah acara tersebut yang akan di selenggarakan pada akhir bulan Juni hingga awal Juli 2023, berlokasi di Menorah Hall Lembah Pujian-Denpasar. Ditemui di sela-sela rapat ke-panitiaan PPHKI, bendahara dua (2) IJC pada Sabtu (27/5/2023), mangatakan sumber dana penyelenggaraan acara ini diperoleh melalui penggalangan dana (Fund raising) dari panitia pelaksana, biaya pendaftaran dari peserta, janji iman dari panitia dan dukungan sponsorship.

“Untuk dana-dana di luar yang di sebutkan itu, ada juga datang dari para donator yang terdiri dari beberapa klien panitia. Mungkin karena merasa dibantu jadi para mereka (klien) ini berinisiatif juga  ikut berpartisipasi, nantinya sumber dana inilah yang akan kita (panitia) pakai untuk mensukseskan acara tersebut, untuk biaya yang harus di keluarkan, jika pesertanya berasal dari adik-adik pelajar atau mahasiswa sebesar Rp 200.000, sedangkan untuk umum dikenakan Rp 300.000,” ungkap Eka Febriyanti.

Selanjutnya, misi dari PPHKI adalah untuk melengkapi dan memberdayakan para profesional serta calon profesional di bidang hukum untuk memulihkan serta menjaga profesionalisme, kebebasan serta integritas dari para profesional di bidang hukum, mempromosikan supremasinya sampai keadilan di teggakkan.

“Menurut saya semua narasumber yang nantinya hadir itu orang-orang yang luar biasa, sangat menginspirasi sekali perjalanan hidup mereka, saya tidak kenal secara langsung narasumber bernama Mark Mudri tetapi saya mengikutinya dari sosial media. Kiprahnya menjadi advokat internasional senior plus menjadi seorang pendoa dunia, akan membuat kita memiliki cara pandang yang berbeda untuk menjadi seorang profesional di bidang hukum. Jadi saya berharap masyrakat dan praktisi yang sedang mempelajari ilmu hukum untuk ambil bagian dalam acara IJC tahun ini,” tutupnya.

Profile singkat salah satu narasumber bernama Mark Mudri merupakan ketua dewan Advokat Internasional Global berafiliasi dengan lebih dari tiga puluh ribu orang profesional hukum yang tersebar di 125 Negara serta advokat berpengalaman selama 33 tahun dan seorang pendoa dunia beragama Kristen. Beliau telah menikah selama 34 tahun dan memiliki tiga anak, serta memelihara seekor anjing bernama Charli.

Mark merupakan pendiri Peacewise atau solusi Kristen untuk konflik, Kingdom Faciliation Centere (KFC) setara dengan kementrian dan mendirikan menara doa yang bernama Lighyhouse sekitar 22 tahun di Adelaide. Beliau juga menjadi konsultan, penasehat dan advokat untuk komunitas gereja bisnis nirlaba yang memerangi kekerasan dalam rumah tangga, kesehatan mental remaja, kepemimpinan dan sektor perawatan disabilitas.

Pada tahun 2008 saat Konfrensi Global Advocates Internasional diselenggarakan beliau dipercaya memimpin doa dan menerima penghargaan sebagai Good Samaritan (orang Samaria yang baik) bertempat di Washington DC. Lalu menjadi pemimpin delegasi ke beberapa negara meliputi, Singapura, Malaisya, Hongkong, Indonesia, Afrika Selatan, London, Dallas dan Washington DC.

Sepanjang karirnya beliau pernah menjadi kepala Staff Senator pemerintah federal  pemimpin negaranya yaitu Australia untuk Ed Silvosos, pemimpin tim nasional untuk pendukung utama Bible Society Australia dan Co-pembicara pada majelis doa sedunia jalur pemerintahan di Jakarta lalu menjadi pembicara pada konferensi Singapura, Amerika Serikat, Malaysia, Kanada, Indonesia serta beberapa fungsi walikota di Adelaide. (WAYAN ARTANA)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER