Sabtu, April 5, 2025
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ribuan Keluarga di Mendoyo Krisis Air Bersih

JEMBRANA – Sebanyak 1.200 kepala keluarga (KK) di dua desa di Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, mengalami krisis air bersih. Ironisnya, krisis air bersih tersebut terjadi sejak Oktober 2022, akibat saluran distribusi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) terdampak banjir bandang.

Direktur Perumda Tirta Amertha Jati Jembrana I Gede Puriawan mengatakan sejumlah pipa air distribusi terputus. Sehingga, ribuan pelanggan mengalami kekurangan pasokan air bersih.

Ribuan pelanggan yang mengalami krisis air bersih berada di Desa Penyaringan dan Desa Yehembang. “Pelanggan di Desa Penyaringan sekitar 800 KK dan Desa Yehembang sekitar 400 KK,” ujarnya ditemui detikBali, Senin (19/6/2023).

Adapun, untuk mengatasi krisis air bersih, warga setempat telah membentuk kelompok swadaya guna menangani masalah tersebut. Sebetulnya, pihak Desa Adat Penyaringan sudah memberikan bantuan mengalirkan air.

Begitu pula kepolisian setempat yang membantu membangun bak penampungan air. “Jaringan air itu digunakan hingga ke rumah-rumah warga,” jelasnya.

Di Desa Yehembang, wilayah yang paling terdampak terletak di bagian utara, seperti Banjar Kaleran Kaja, Banjar Bumbungan, dan sekitarnya. Di sini, PDAM Tirta Amerta Jati membantu dengan memberikan pompa air untuk mendistribusikan sementara air.

“Di Desa Penyaringan sudah ada empat kelompok swadaya yang menyedot air dan di Desa Yehembang sudah ada pompa air. Namun, permasalahannya adalah persiapan menghadapi musim kemarau yang akan datang ini,” terang Puriawan.

Lebih lanjut Puriawan mengungkap tengah menunggu dana dari pemerintah pusat masing-masing Rp 8 miliar untuk Desa Penyaringan dan Rp 1,8 miliar untuk Desa Yehembang. Dana tersebut akan digunakan untuk mengatasi masalah krisis air di dua desa tersebut.

“Dana yang diperlukan cukup besar karena kerusakan terjadi pada intake di sumber air. Detail Engineering Design (DED) sudah selesai dan berdasarkan informasi terakhir yang kami terima, eksekusi penanganan akan dilakukan akhir tahun ini,” imbuh Puriawan.

Ia menambahkan PDAM Tirta Amertha Jati akan terus berupaya memperbaiki jalur distribusi air yang ada di dua desa. “Kami akan terus mengawal di pusat agar segera diperbaiki,” tandasnya. (BIR/nor/dtc)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER