Sabtu, Juli 13, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sembilan Subak Dan Kelompok Tani di Badung Dapat Bantuan Traktor

BADUNG – Sebanyak sembilan anggota Subak (organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur sistem pengairan sawah) dan satu kelompok tani, di Kabupaten Badung, Bali, Rabu (29/11/2023), mendapat bantuan alat dan mesin pertanian, yang total keseluruhan 10 mesin traktor.

“Bantuan ini, merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Badung mendukung petani Badung untuk meningkatkan produksi, menjaga pasokan dan pengendalian inflasi komoditas hortikultura serta percepatan pertumbuhan ekonomi petani,” kata Sekda Wayan Adi Arnawa mewakili Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.

Adapun subak dan kelompok tani yang menerima bantuan mesin traktor yakni Subak Tanah Putih 1 unit, Subak Gerana 1 unit, Subak Buangga 2 unit, Subak Batan Badung 1 unit, Subak Tegan 2 unit, Subak Babakan 2 unit dan Kelompok Tani Bukit Sari Petang 1 unit. Petani juga menerima bantuan 50.000 benih ikan nila dan bibit tanaman sayuran.

“Tantangan kita kedepan yang sering kali terjadi adalah krisis pangan, krisis energi dan yang lainnya. Bicara tentang krisis pangan sudah tentu indikatornya adalah ketersediaan akan pangan  di Badung yang sangat terbatas,” ujar Adi Arnawa.

Tidak hanya menyerahkan alat dan mesin traktor, juga dirangkaikan dengan Pelantikan serta Pengukuhan dan Pengabdian Masyarakat Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan DPD Perhimpunan Penyuluhan Pertanian Indonesia (Perhiptani) Periode 2023-2028 Kabupaten Badung di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Darmasaba, Abiansemal.

Dia mengatakan, peran KTNA meningkatkan perluasan ruang usaha menuju kemandirian pangan. Potensi ini perlu di garap yang merupakan potensi besar bagi petani di Badung. Oleh karena itu Pemkab Badung berupaya sedemikian rupa dengan berbagai program untuk mendorong pertumbuhan perekonomian sektor pertanian di Badung.

”Melantik KTNA dan Perhiptani merupakan satu langkah luar biasa, langkah awal kita dalam rangka mempersiapkan ketersediaan pangan kita, Badung adalah daerah tourism yang notabene kebutuhan akan pangan tidak hanya untuk kebutuhan masyarakat kita di Badung, tetapi bagaimana kebutuhan akan wisatawan yang datang ke Badung yang harus juga kita perhatikan,” ucapnya.

Sebelumnya, program kebijakan Bupati Badung memberikan subsidi 1 kali setahun selanjutnya akan ditingkatkan menjadi 2 kali setahun dalam rangka meningkatkan produksi pangan. “Salah satu kebijakan Bupati ke depan bagaimana kita akan mendorong untuk membeli hasil petani, yang sebelumnya di anggarkan Rp10 miliar untuk hasil beras petani Badung, kedepan semua komoditas pangan bisa dibeli dan ini merupakan intervensi pemerintah untuk meningkatkan perekonomian petani,” tandasnya.

Ketua Panitia Kegiatan, I Made Siasa melaporkan bahwa KTNA merupakan organisasi profesi yang bersifat independen dengan beranggotakan Ketua Kelompok Tani, Ternak, Nelayan dan Perikanan sebagai penyalur aspirasi masyarakat petani nelayan kepada pemerintah untuk kemajuan pertanian dan juga sebagai jembatan komunikasi kebijakan dan informasi edukasi di bidang pertanian, perikanan, kehutanan serta meningkatkan pengetahuan sikap dan keterampilan petani nelayan guna penerapan teknologi tepat guna, modern hingga peningkatan mutu.

Sebelum acara serah terima berlangsung, Sekda Adi Arnawa berkesempatan menanam bibit pohon kelapa genjah sebagai penghijauan yang dilanjutkan meninjau jembatan penghubung Subak di atas Sungai Ayung serta jalan sepanjang 100 meter menuju sungai akses masyarakat untuk nganyut abu setelah ngaben yang dimohonkan oleh Bendesa Adat Darmasaba. Selanjutnya Sekda Adi Arnawa menyaksikan simulasi penerbangan drone multifungsi yang akan dimanfaatkan untuk penyemprotan pupuk dan hama sehingga aktivitas tersebut lebih efisien dan cepat dengan penerapan teknologi tersebut.(WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER