KARANGASEM – Cuaca ekstrem melanda sebagian wilayah di Kabupaten Karangasem dalam dua hari terakhir. Fenomena alam itu menyebabkan pohon tumbang dan tanah longsor. Sejumlah kerusakan dari senderan rumah jebol, pelinggih ambruk, hingga akses jalan terganggu tak terhindarkan.
Kalaksa BPBD Kabupaten Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa menyebut ada belasan bencana tanah longsor dan pohon tumbang dalam dua hari terakhir. Sementara kasus yang ditangani pihaknya terdiri dari 7 pohon tumbang dan 5 tanah longsor.
“Ini baru data sementara yang kita tangani dan kemungkinan masih ada data tambahan lagi, karena cuaca ekstrem hujan deras yang disertai angin kencang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karangasem,” kata Arimbawa, Jumat (16/9/2022).
Ia menambahkan, bencana tanah longsor dan pohon tumbang tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Adapun wilayah yang paling terdampak cuaca ekstrem tersebut adalah Kecamatan Selat dengan enam titik bencana.
“Dari perkiraan sementara, kerugian yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem tersebut mencapai ratusan juta dan kemungkinan akan bertambah karena personil masih terus melakukan pendataan ke lapangan,” imbuhnya.
Terkait dengan cuaca ekstrem yang terjadi saat ini, Arimbawa mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga. Warga juga diminta mengikuti imbauan atau terkait kebencanaan informasi dari pemerintah.
“Bencana tidak perlu ditakuti, tetapi ketahui ancamannya dan kurangi resikonya. Misalnya masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor, saat musim hujan sementara agar bergeser atau pindah ketempat yang lebih aman,” pungkasnya. (iws/iws/dtc)