Sabtu, Mei 18, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Shortcut Canggu Urai Kemacetan Di Kuta Utara

BADUNG – Shortcut Canggu Tibubeneng yang berlokasi di simpang Padonan, Kabupaten Badung, Bali, diyakini dapat mengurai kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan pariwisata Kuta Utara.

Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, usai meresmikan shortcut Canggu Tibubeneng, Rabu (10/1/2024) menjelaskan, jalan yang memiliki panjang 335 m, lebar 8 meter tersebut, dilengkapi dengan pedestrian yang dibangun diatas tanah seluas 26 are.

Menggunakan anggaran dana APBD perubahan 2023 sebesar Rp6,2 miliar untuk proyek jalan. Dan, Rp25 miliar untuk pembebasan lahan, dengan waktu pengerjaan kurang lebih dua bulan.

“Ini merupakan salah satu program kami Pemerintah Kabupaten Badung untuk mengurai kemacetan. Kami pastikan setelah kita buka ini untuk kepentingan umum, lalu lintas jadi lancar tidak macet seperti saat ini,” ujar Bupati Giri Prasta didampingi Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Sekda Wayan Adi Arnawa dan Kapolres Badung AKBP Teguh Priyo Warsono.

Pihaknya mengucapkan terima kasih, kepada para pemilik lahan yang telah memberikan dukungan penuh terkait dengan program shortcut Tibubeneng Canggu ini. Disampaikan bahwa sosialisasi pembebasan lahan untuk jalan shortcut ini mendapatkan waktu yang lama, namun waktu eksekusinya berjalan dengan cepat.

“Kita memang tidak diperbolehkan membangun flyover, kalaupun misal ke depan dibolehkan membangun flyover saya kira kemacetan gampang diurai. Setelah ini kita akan memperlebar jalan yang ada di Batubelig, Tunon Umalas menuju Berawa. Astungkara kita bisa segera lakukan itu sehingga betul-betul kawasan ini yang merupakan destinasi wisata kemacetannya bisa terurai,” ucap Bupati Giri Prasta.

Saat ini, tambah Giri Prasta, Pemerintah Kabupaten Badung bersama Pemerintah Pusat tengah menyiapkan pembangunan LRT/MRT untuk mewujudkan sistem transportasi umum yang sustainable hingga seribu tahun kemudian.

“Besok tim Kabupaten Badung bersama tim Pemerintah Pusat akan datang dari Korea berkaitan dengan MRT. Kami sudah mohonkan untuk pembangunan MRT, kita harus memperhitungkan Bali 1.000 tahun kemudian, berawal dari satu tahun ini, untuk menyediakan sistem transportasi skala besar di bawah tanah,” katanya.

Giri Prasta berharap, akan dilakjkan ground breaking pada Januari 2024, sehingga kemacetan di pulau Dewata bisa diurai yang diawali dari Kabupaten Badung, sehingga semua kabupaten mendapatkan fasilitas transportasi yang memadai.(WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER