Senin, Juli 22, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

TPST 3R Desa Jagapati Badung Kelola Sampah Dari Hulu

BADUNG – Keberadaan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPST 3R) Desa Jagapati, Kabupaten Badung, Bali, diyakini dapat mengelola sampah mulai dari hulu, dan solusi efektif mengurangi volume sampah menuju TPA secara signifikan.

“Dengan penerapan TPST 3R di setiap desa, yang dibarengi dengan penguatan partisipasi masyarakat sekitar, bisa berjalan secara berkesinambungan,” kata Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Senin (4/12/2023).

Dia mengatakan bahwa, menjadi tanggung jawab jajaran pemerintah daerah untuk melengkapi semua TPST 3R dengan sarana atau alat operasional dan  memberikan gaji yang berstandar UMK kepada para pegawai di masing-masing TPST 3R.

“Kedepan gaji pegawai TPST 3R berstandar UMK karena pegawai TPST 3R merupakan pahlawan penanganan sampah berbasis sumber. Dan dari kegiatan Reduce, Reuse dan Recycle disini mampu menghidupkan ekonomi sirkular dengan mengolah sampah organik untuk tujuan yang lebih produktif, seperti pembuatan kompos,” ujar Giri Prasta.

Pihaknya mengajak Desa Jagapati mampu menjadi desa yang berdikari yaitu desa yang mandiri atau tidak bergantung pada pihak lain dalam penanganan sampah maupun dalam pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya.

“Kami berharap, semua desa di Badung bergerak menjadi desa mandiri, saya mau semua desa di Badung membangun TPST 3R. Seperti pembangunan TPST 3R Desa Jagapati ini akan menjadi legasi untuk generasi penerus kita dalam penanganan sampah,” pungkasnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Jagapati Wayan Sutarga melaporkan bahwa pembangunan TPST 3R Desa Jagapati diawali pada tahun 2019 dengan anggaran Rp1 miliar lebih, dan di tahun 2023 mendapatkan dana BKK Pemkab Badung sebesar Rp509 juta yang digunakan untuk melengkapi sarana dan menggaji pegawai.

“Kami berterimakasih kepada Pemkab Badung melalui Dinas PUPR, Dinas LHK dan masyarakat karena berkat bantuan dan kerjasamanya akhirnya TPST 3R Desa Jagapati bisa beroperasional seperti saat ini,” katanya.

Ke depan, terus mengedukasi masyarakat untuk menyelesaikan sampah berbasis sumber, menjadikan gerakan pemilahan sampah dan pengumpulan sampah plastik menjadi barang bermanfaat.

“Kami di pemerintah desa sudah mandiri dalam hal penanganan sampah. Kami memiliki 400 pelanggan dengan waktu penjemputan sampah setiap 2 hari sekali yang terdiri atas 3 jenis sampah yaitu organik anorganik dan residu,”¬†ujarnya.(WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER