Kamis, April 3, 2025
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Turyapada Tower Jadi Solusi Persoalan Komunikasi dan TV Digital di Bali

DENPASAR – Keberadaan Turyapada Tower di Pegayaman Sukasada Buleleng, diyakni menjadi solusi persoalan telekomunikasi dan saluran TV digital di Buleleng, Jembrana dan sekitarnya.

Gubernur Bali Wayan Koster, Jumat (21/3/2025) menyampaikan, saat ini baru sembilan stasiun TV digital yang mengudara dari gellombang pemancar Turyapada Tower. Selanjutnya, secara bertahap akan ada 30 stasiun TV yang bisa diakses warga.

“Turyapada Tower sudah memancarkan saluran sembilan stasiun TV, nanti akan ditingkatkan lagi menjadi total 30 stasiun. Dari laporan, di Buleleng sudah mulai berfungsi siarannya lebih banyak dibandingkan sebelum ada Turyapada Tower, hasil dan kualitas siaran jauh lebih bagus dan lebih terang,” jelas Koster, Rabu 18 Maret 2025 di Denpasar.

Koster mengakui jika komitmen dirinya membebaskan krama Buleleng dari blank spot mulai menunjukan titik terang. Tekad ini telah disampaikan sejak kepemimpinan sebagai Gubernur Bali periode pertama.

“Kehadiran Turyapada Tower dari sisi siaran televisi digital sudah terbukti menjawab persoalan yang dihadapi warga Buleleng selama ini. Ternyata tak hanya di Buleleng, jangkauannya jauh sampai ke Jembrana Bali Barat karena towernya tinggi,” jelas Koster.

Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini, fungsi sebagai menara komunikasi dan informasi Turyapada Tower telah berjalan untuk krama Bali. Selanjutnya, menara ini akan menjadi destinasi wisata baru di Bali sekaligus membuka kawasan ekonomi baru warga Luwus dan Wanasari. Diprediksi pada akhir tahun 2026, Turyapada Tower mulai beroperasi dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan pihak ketiga yang profesional.

Sehingga, target Bali zero blankspot mulai terjawab di tangan Gubernur Bali Wayan Koster. Persoalan komunikasi dan informatika yang selama ini dirasakan krama Bali di Buleleng dan Jembrana, perlahan mulai lenyap.

“Target Bali zero blankspot mulai terjawab di tangan Gubernur Bali Wayan Koster. Persoalan komunikasi dan informatika yang selama ini dirasakan krama Bali di Buleleng dan Jembrana, perlahan mulai lenyap,” katanya.(WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER