DENPASAR – Sebanyak lima UMKM Hijau Provinsi Bali, yang telah lolos kurasi dan menang lomba inovasi hijau yang telah diselenggarakan pada tahun 2024, mendapat pendampingan inovasi produk dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Erwin Soeriadimadja di Denpasar, Rabu (19/3/2025) menjelaskan, kelima UMKM yang berhasil menang lomba telah memperlihatkan berbagai inovasi produk hijau, seperti pemanfaatan limbah plastik, teknik penggunaan pewarna alam yang ramah lingkungan dan zero waste untuk menghasilkan produk yang bernilai tambah, serta salah satunya melibatkan peran komunitas wanita difabel.
“Kegiatan ini selaras dengan program pemerintah pusat terkait program prioritas ke-5 Asta Cita Pemerintah yaitu pengembangan ekosistem ekonomi hijau,” ucapnya.
Pihaknya berharap, melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas serta dapat bersaing dengan UMKM nasional lainnya. “Selamat kepada lima UMKM yang telah lolos lomba inovasi hijau,” jelasnya.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dan bentuk dukungan Bank Indonesia terhadap pengembangan UMKM Hijau yang saat ini menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat dunia.
Proses pendampingan diawali dengan pemaparan proses pembuatan produk hijau oleh UMKM yang dilanjutkan dengan feedback dari kurator untuk pengembangan produk sehingga memiliki daya jual produk yang berkelanjutan.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Butet Linda H. Panjaitan, menyampaikan melalui kegiatan ini diharapkan UMKM dapat menghasilkan produk berbasis hijau yang berkelanjutan dan memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.
“UMKM yang lolos lomba inovasi hijau memiliki potensi untuk disertakan dalam flagship event Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, antara lain Bali Jagadhita,” ucapnya.
Demikian Kurator Nasional bidang Fesyen dan Kriya, Wignyo Rahadi menegaskan bahwa, UMKM hijau yang sustain merupakan UMKM yang sudah menerapkan praktik hijau pada setiap alur produksi secara end to end dan tidak terdapat bahan sisa dalam pembuatan produk, serta penggunaan energi alternatif dalam proses produksi.
“Bank Indonesia Provinsi Bali menyambut positif seluruh inovasi yang diberikan oleh kelima UMKM Hijau dan mengharapkan seluruh UMKM Hijau dapat mengaplikasikan berbagai masukan dari kurator untuk penyempurnaan produk hijau,” pungkasnya. (WIR)