Senin, Mei 20, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Walikota Denpasar Nyoblos di TPS 17 Dan Wakil Walikota di TPS 15

DENPASAR – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi istri, Sagung Antari Jaya Negara melakukan pencoblosan atau menggunakan hak pilih di TPS 17, Banjar Saba, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Rabu (14/2/2024).

Sementara itu, Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa bersama istri, Ayu Kristi Arya Wibawa melakukan pencoblosan di TPS 15 berlokasi di SDN 5 Pedungan, Banjar Ambengan, Kecamatan Denpasar Selatan.

“Kami berharap pelaksanaan pemungutan suara di Kota Denpasar dapat berjalan aman dan tertib,” kata Walikota Jaya Negara usai melakukan pencoblosan.

Dia mengatakan, kehadirannya di TPS bersama istri dan sanak keluarga, serta berharap pemilu di Denpasar dapat berjalan aman, lancar dan tertib.

“Apalagi dalam situasi hari kasih sayang, yang dapat memberikan vibrasi pelaksanaan pemungutan suara di Kota Denpasar yang aman, lancar dan damai,” ujar Walikota Jaya Negara.

Lebih lanjut Jaya Negara menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) serta seluruh panitia pemungutan suara yang telah mempersiapkan proses pemungutan suara hingga akhir nanti dengan harapan seluruh proses dapat berjalan aman, tertib dan lancar.

“Semoga apa yang menjadi harapan masyarakat dalam pemilu tahun ini terhadap pemimpin kedepan, itulah menjadi harapan kita semua untuk kemajuan bersama,” ujarnya.

Pemungutan suara pemilihan presiden RI, hingga legislatif berlangsung di 1.887 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) 495.896 di Kota Denpasar. Tampak dilokasi TPS 17 Banjar Saba dengan jumlah DPT 256, dan dilokasi SDN 5 Pedungan, yakni TPS 15 dengan jumlah DPT 287.

Ditambahkan Wakil Walikota Arya Wibawa ditemui usai pencoblosan mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu Pilpres dan Pileg tahun 2024 ini.

“Kami mengimbau masyarakat Kota Denpasar untuk datang ke TPS yang telah ditentukan untuk menggunakan hak suaranya, mengingat ini merupakan hajatan 5 tahunan dan masyarakat menentukan pemimpin Indonesia 5 tahun kedepan yang sesuai dengan hati nuraninya,” kata Arya¬†Wibawa.(WIR)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER