BULELENG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan hutan lindung dan hutan produksi di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, akhirnya berhasil dipadamkan. Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 48,6 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, merinci sekitar 28,21 hektare lahan yang terdampak berada di kawasan hutan produksi dan 20,39 hektare di kawasan hutan lindung. Suyasa menuturkan per Minggu (19/7/2026) pagi sudah tidak ditemukan titik api maupun kepulan asap di lokasi.
“Saat ini api sudah padam. Berdasarkan hasil pemantauan, sudah tidak ada lagi titik api maupun asap,” ujar Suyasa, Minggu.
Suyasa mengatakan operasi pemadaman di kawasan perbukitan tersebut sempat terkendala medan yang cukup sulit. Menurutnya, vegetasi berupa rerumputan kering juga membuat api cepat merambat ke sejumlah titik.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan permukiman akibat karhutla yang berlangsung sejak Jumat (17/7) tersebut. Suyasa menambahkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh instansi terkait.
“Petugas tetap melakukan monitoring sebagai langkah antisipasi agar tidak muncul kebakaran kembali,” pungkasnya. (DTB/SB)






