NUSANTARA — Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan harapan agar wilayahnya dapat disuplai air baku dari Bendungan Sepaku Semoi, yang berada di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Komisi V DPR RI, di Bandara Internasional Nusantara, Penajam Paser Utara, Senin (28/7/2025).
Bagus menekankan Balikpapan merupakan salah satu kota penyangga utama IKN, namun saat ini menghadapi krisis air bersih.
“Kawasan kami jadi kota penyangga IKN. Tapi masalah kami Pak, kami kesulitan air bersih. Harapan kami dapat dibangun jaringan pipa untuk suplai air baku dari Bendungan Sepaku Semoi ke Balikpapan,” ungkap Bagus, di hadapan peserta rapat.
Menanggapi permintaan tersebut, Staf Ahli Menteri PUPR bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, mengatakan pemerintah tengah menjajaki kerja sama dengan pihak swasta untuk membangun sistem perpipaan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
“Prosesnya memang panjang. Tapi tetap bisa ditindaklanjuti. Jika terealisasi, sistem perpipaan dari Bendungan Sepaku Semoi dapat menyuplai kekurangan kebutuhan air baku Balikpapan sebesar 1.000 liter per detik,” terang Yongki—sapaan akrabnya.
Skema KPBU tersebut akan melalui beberapa tahap, mulai dari penandatanganan nota kesepahaman, perjanjian kerja sama (PKS), hingga perumusan hak dan kewajiban masing-masing pihak agar skema yang disepakati tidak ada yang dirugikan.
Sementara itu, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, memastikan pasokan air dari Bendungan Sepaku Semoi cukup untuk memenuhi kebutuhan baik IKN maupun Balikpapan.
Disebutkan, pasokan air baku Bendungan Sepaku Semoi total kapasitasnya 2.500 liter per detik. “Nanti kita bagi. 1.000 untuk Balikpapan. 1.500 untuk IKN. Itu cukup nanti untuk sampai dengan, kalau ini full okupansinya sampai 2030,” terang Basuki, di Kantor OIKN.
Bendungan Sepaku Semoi merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun untuk mendukung ketersediaan air di kawasan IKN dan sekitarnya. Bendungan ini memiliki luas genangan sekitar 280 hektare, dan juga berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir.
Bendungan ini juga bisa mereduksi banjir hingga 68 persen di wilayah terdampak seluas 1.700 hektare. Lokasinya berada di Desa Tengin Baru-Desa Argo Mulyo, dan Desa Suko Mulyo di Kecamatan Sepaku. (MK/SB)






