NUSANTARA – Sejumlah proyek pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN) Sepaku, Penajam Paser Utara, dikebut penyelesaiannya dengan target selesai paling lambat 31 Desember 2025. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, optimistis seluruh pekerjaan tuntas sesuai jadwal.
Menurut Basuki, progres proyek tahap satu sudah mencapai sekitar 99 persen, kecuali Kantor dan Istana Wakil Presiden (Wapres) yang masih dikerjakan.
“Mungkin sudah sekitar 99 persen kecuali Kantor dan Istana Wakil Presiden (Wapres),” sebutnya, Minggu (10/8/2025) di amfiteater Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Selain Kantor dan Istana Wapres, ada pekerjaan lainnya yang juga diburu waktu. Masjid Negara, Basilika, pembangunan Jalan Kawasan 1B dan 1C, Penataan Kawasan Sepaku, Penataan RTH dan PSSI Training Center. Kedua proyek terakhir, penandatanganan kontraknya bersamaan, 26 Juni lalu di Kantor Otorita IKN di KIPP, Sepaku.
“Kemudian yang masjid negara yang November. Desember ini semua akan selesai,” tegas Basuki.
Jalan-jalan di kawasan tersebut saat ini juga sedang dikebut pengerjaannya. “Untuk jalan kawasan dari 1A lanjut ke 1B, dan 1C tembus ke jalan tol itu Desember juga akan selesai,” tuturnya.
Sejalan dengan itu, Otorita IKN memulai tender untuk proyek kawasan dan gedung 5 lembaga negara. Nilainya mencapai lebih Rp 16 triliun. Di antaranya, Yudikatif dan Legislatif. Bahkan 4 Agustus lalu sudah masuk tahap pengumuman prakualifikasi. Basuki berharap mudah-mudahan tender tersebut semua berjalan lancar.
Jadwalnya, awal Oktober, sudah dapat dilakukan pekerjaan. “Jadi kita mulai pekerjaan pembangunan di IKN lebih masif lagi. Kami ditugasi (Pemerintah Pusat) untuk 3 tahun selesai dengan baik,” tandasnya.

Hingga Juni lalu, progres Masjid Negara telah mencapai 60 persen dengan fokus pada pekerjaan struktur atap dan minaret. Proyek senilai Rp940 miliar ini dibiayai APBN. Sementara peningkatan jalan di kawasan KIPP 1B dan 1C senilai Rp3 triliun membentang sepanjang 12,2 kilometer dengan lebar lebih dari 40 meter.
Sementara untuk proyek Penataan Kawasan Sepaku, ruang terbuka hijau (RTH) yang tandatangan kontraknya, Kamis (26/6/2025) nilainya Rp124,3 miliar.
Lingkup pekerjaan meliputi Pembangunan dua bangunan pasar baru, Penataan koridor sepanjang 1,5 km (dari SDN 004 hingga SDIT Ma’arif Sepaku) yang melintasi Desa Bukit Raya dan Suka Raja, serta Pembangunan 10 pos pengamanan di seluruh wilayah delineasi IKN.
Pewarta : Riski Maulana
Editor : Nicha R






