Brantas Abipraya Pastikan Jalan Paket B di IKN Selesai Akhir Tahun

NUSANTARA – PT Brantas Abipraya optimistis pembangunan jalan Paket B di kawasan 1B Ibu Kota Nusantara (IKN) selesai tepat waktu pada akhir Desember 2025. Hingga pertengahan September, progres proyek ini mencapai 53 persen, sementara pembangunan Multi Utility Tunnel (MUT) sudah menembus 90 persen.

Manager Lapangan proyek pembangunan jalan Paket B, Anton Sangaji menyebut saat ini struktur badan jalan sudah tersambung seluruhnya. “Tinggal perkerasan Lean Concrere (LC),” ucapnya di lokasi, Senin (15/9/2025).

LC merupakan lapisan beton kurus setebal 10–15 sentimeter yang berfungsi sebagai dasar sebelum pengecoran perkerasan beton kaku (rigid pavement) setebal 25–30 sentimeter.

Saat ini, sebagian ruas jalan sepanjang 200 meter sudah masuk tahap pengecoran, sebagian lainnya masih perkerasan agregat batu koral. Pekerjaan juga meliputi lima titik box culvert dan penataan lereng tebing dengan wiremesh maupun geomat untuk mencegah erosi.

“Targetnya kan Desember ya, kami optimis selesai. Karena kami sudah nyambung semua. Tinggal mengejar perkerasannya saja,” ujar Anton.

Hanya saja, faktor cuaca menjadi salah satu kendalanya, yakni jika turun hujan. “Jadi kami juga berkejaran dengan cuaca. Mudah-mudahan saja terang terus sampai Desember,” harapnya.

Sementara MUT yang sudah ditimbun tanah lebarnya sekitar 3,3 meter, dengan tinggi 2,5 – 3 meter.

MUT itu sendiri ada 2 sekat, yang fungsinya untuk jaringan pipa air, kabel listrik, dan jaringan lainnya. Lereng tebing di kiri kanan jalan juga sudah ada yang selesai dicor. Ada pula yang tinggal pengecoran.

Selain itu, terlihat wiremesh sudah terpasang rapi sebagai tulangan agar mampu lebih kuat demi menghindari longsor.

Nampak ada juga lereng yang dipasangi Geomat atau erosion control mat yakni jenis meterial yang memiliki struktur 3 demensi. Biasa digunakan dalam proteksi erosi, perlindungan lereng, dan memperluas green area yang secara efektif dapat memperbaiki kondisi lingkungan.

Sementara itu, Irwansyah, salah satu K3 lapangan mengatakan, pekerjaan dilakukan semaksimal mungkin.

“Bahkan kadang sampai pagi, biar targetnya sesuai waktu,” tutupnya.

Untuk diketahui, Proyek ini dikerjakan oleh Kerja Sama Operasi (KSO) Abipraya-PDK-Intimkara dengan nilai Rp415 miliar. Jalan sepanjang 2,321 kilometer ini akan menjadi akses penting kawasan 1B dan 1C KIPP IKN yang direncanakan sebagai pusat pendidikan, kesehatan, dan kawasan mixed-use. (MK/SB)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER