NUSANTARA – Sebanyak 43 delegasi dari Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), lembaga kerja sama pembangunan milik Pemerintah Federal Jerman, berkunjung ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Kamis (16/10/2025).
Kunjungan ini dikemas dalam agenda brunch meeting di Swissotel Nusantara, dengan pembahasan seputar potensi ekonomi dan dampak pembangunan IKN terhadap Kalimantan Timur.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN (OIKN), Agung Indrajit, memaparkan kepada para delegasi bahwa pembangunan IKN justru berorientasi pada pemulihan lingkungan, bukan perusakan hutan.
“We reforest the IKN. We are rebuilding the area. Rewilding forest. Our vision is to build IKN as the world’s sustainable city,” ujar Agung menegaskan.
Dalam sesi presentasi, Agung juga menjelaskan tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 50 MW yang berdiri di kawasan inti IKN, serta konsep smart building yang menjadi ciri kota cerdas masa depan.
“IKN is a smart city,” tambahnya.
Salah satu delegasi, Mr. Philip, mengaku kagum dengan progres pembangunan di IKN.
“We were very, very amazed,” ucapnya di hadapan rekan-rekannya dan jajaran OIKN.
Usai pertemuan di Swissotel Nusantara, rombongan GIZ bersama OIKN melanjutkan kunjungan lapangan ke Istana Garuda dan PLTS 50 MW yang beroperasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) sub-WP 1B.
Turut hadir mendampingi kegiatan tersebut, Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik Troy Pantouw, Direktur Transformasi Hijau Agus Gunawan, serta Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Mia Amalia. (MK/SB)






