NUSANTARA — Pembangunan infrastruktur jalan di dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dikebut. Sejumlah ruas di kawasan 1A, 1B, dan 1C kini menunjukkan progres signifikan dengan tingkat penyelesaian yang telah melampaui 50 persen.
Pelaksana Tugas Deputi Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, menyebut tersambungnya seluruh akses menjadi kunci penting dalam mempercepat konektivitas antarwilayah di jantung “Kota Nusantara”.
“Aksesibilitas menjadi prasyarat utama dalam membangun sebuah kota. Terlebih lagi dengan adanya Perpres 79 tahun 2025, yang menetapkan IKN menjadi ibu kota politik pada 2028,” terang Danis, belum lama ini.
Pantauan di lapangan menunjukkan, pengerjaan jalan di Kawasan 1A tepatnya di samping RSUP IKN yang tembus ke Jalan Sumbu Kebangsaan Timur terus dilakukan. Begitu pula dengan ruas jalan di sekitar bundaran Sumbu Kebangsaan Timur yang mengarah ke Rusun ASN 3, Jalan West Residence, hingga akses menuju GIS 4 atau immersed tunnel IKN.
Selain itu, pembangunan jalan di kawasan 1B–1C juga menunjukkan progres yang terus meningkat. Termasuk di antaranya Jalan Paket D yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan capaian pekerjaan mencapai 58,94 persen. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh pihak Waskita melalui akun media sosial resminya.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, pernah bilang, akses-akses jalan tengah dibangun dan akan segera selesai.
“Jadi kalau sudah selesai, konektivitasnya tersambung, tidak ada alasan lagi bagi para investor yang sudah groundbreaking untuk mbangun apa yang mereka rencanakan,” tegas Basuki.
Merujuk data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU, keseluruhan total panjang jalan yang dibangun di KIPP IKN adalah 226,87 km. (MK/SB)






