JAKARTA – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA/SMK sederajat mendapat respons positif dari berbagai guru di daerah. Ujian yang mulai dilaksanakan pada awal November 2025 ini dinilai membantu murid mengasah kemampuan akademik sekaligus menumbuhkan integritas.
Guru SMAN 14 Makassar, Sulawesi Selatan, Syahrul, mengatakan pelaksanaan TKA di sekolahnya berjalan kondusif. Murid tertib mengikuti aturan, mulai dari masuk ke ruangan 15 menit sebelum ujian, menyimpan telepon genggam, hingga mengikuti absensi yang dilakukan pengawas.
“Peserta masuk ruangan 15 menit sebelum TKA dimulai, menyimpan handphone di tempat yang telah disediakan, kemudian dilakukan absensi oleh pengawas lima menit sebelum ujian. Peserta juga diberikan lembar kerja kosong untuk digunakan dalam mencatat atau menghitung selama ujian,” ujar Syahrul kepada media dalam keterangannya, belum lama ini.
Syahrul menilai TKA tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga mendidik murid untuk jujur dan percaya diri. Ia berharap hasil TKA mampu memberikan gambaran capaian akademik murid secara objektif, menjadi referensi seleksi pendidikan tinggi, sekaligus bahan evaluasi sekolah.
“Kami berharap hasil TKA ini mampu memberikan informasi capaian akademik yang terstandar, dapat menjadi referensi untuk seleksi masuk jenjang pendidikan tinggi, serta menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,” jelasnya.
Senada, Guru SMAN 1 Simpang Empat, Kalimantan Selatan, Mujahidin menyampaikan, pelaksanaan TKA berlangsung sesuai tertib dan sesuai dengan harapan. Murid yang mengikuti TKA menaati aturan dengan tidak menggunakan telepon genggam maupun smartwatch saat ujian berlangsung.
“Alhamdulillah, pelaksanaan TKA berjalan tertib. Semua peserta mengikuti arahan dan menjalankan tata tertib dengan baik, termasuk larangan penggunaan gadget atau smartwatch. Mereka menunjukkan sikap jujur dan tanggung jawab selama ujian,” ujar Mujahidin, kepada media Rabu (12/11).
Menurutnya, TKA bukan sekadar persiapan menghadapi seleksi perguruan tinggi, tetapi juga sarana refleksi bagi murid untuk menilai kemampuan akademiknya secara murni. Mujahidin berharap TKA dapat menjadi tolok ukur bagi sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran, motivasi belajar, hingga kompetensi guru.
“Kami berharap TKA ini menjadi dasar bagi sekolah dalam meningkatkan motivasi belajar murid dan kompetensi guru, membuat murid lebih sadar kalau hasil belajar tidak hanya dilihat dari nilai rapor semata, serta mendorong peran orang tua agar lebih aktif mendampingi anak dalam mencapai tujuan akademik mereka,” imbuhnya.
Dengan terselenggaranya TKA ini, SMAN 1 Simpang Empat berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang jujur, berintegritas, juga berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan murid dalam menghadapi tantangan pendidikan yang lebih tinggi secara mandiri dan bertanggung jawab.
Sebagai informasi, TKA di jenjang SMA/K sederajat telah terlaksana pada awal November 2025. Kehadiran TKA bertujuan untuk memberikan laporan pelaporan capaian akademik murid dari penilaian yang terstandar. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025.
Kehadiran TKA menjadi langkah penting dalam menghadirkan standarisasi pendidikan yang selama ini dinilai kurang menyentuh aspek individual. Sebab, pendidikan yang baik memerlukan tolok ukur yang jelas untuk mengukur hasil belajar, dan TKA dapat berfungsi sebagai salah satu indikator tersebut. (MK/SB)






