Survei Adidaya Institute: Publik Dinamis Menyikapi Isu Ijazah Jokowi, Kinerja Gibran, dan Wacana Dua Periode

JAKARTA — Survei Adidaya Institute memotret suasana hati masyarakat terhadap isu sebulan terakhir, meliputi kinerja Wakil Presiden Gibran, polemik ijazah Presiden Jokowi, serta wacana pasangan Prabowo–Gibran dua periode.

Pada isu ijazah Presiden Jokowi, mayoritas responden menunjukkan kepercayaan tinggi. Sebanyak 65,8 persen percaya ijazah Jokowi asli, sementara sebagian kecil lainnya memilih tidak percaya atau enggan menjawab.

Public mood terhadap kinerja Wakil Presiden Gibran menunjukkan optimisme kuat. Survei mencatat 75,2 persen responden percaya Gibran mampu menjalankan tugas kenegaraannya di tengah keraguan sejumlah pihak.

“Ini bukan anomali. Ini gambaran sikap responden. Alih-alih muncul keraguan, sebagian besar publik justru percaya Gibran bisa bekerja sebagai Wakil Presiden,” ujar Managing Director Public Policy and Politics Adidaya Institute Ahmad Fadhli saat konferensi pers yang berlangsung pada Rabu (19/11/2025).

Namun dukungan publik terhadap wacana duet Prabowo–Gibran dua periode tidak sebesar kepercayaannya pada Gibran. Hanya 59,9 persen mendukung, sementara 28,8 persen menginginkan pendamping baru.

“Meski percaya Gibran akan bekerja baik, sebagian masyarakat ingin figur lain mendampingi Presiden Prabowo pada periode berikutnya,” kata Fadhli.

Berbeda dengan sikap terhadap pasangan dua periode, dukungan pada Presiden Prabowo justru tinggi. Sebanyak 73,6 persen mendukung Prabowo memimpin dua periode, melampaui perolehan suara Pilpres 2024.

“Angka ini menunjukkan semakin meluasnya dukungan masyarakat kepada Presiden Prabowo,” ujar Fadhli.

Fadhli menegaskan survei public mood Adidaya Institute akan dilakukan berkala. Lembaga ini berkomitmen menyediakan literasi politik strategis sepanjang pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.

“Kita akan tracking per kuartal, dengan penyempurnaan metodologi dan kuesioner agar survei mood publik semakin akurat dan berkelanjutan,” tutupnya. (MK/SB)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER