JAKARTA – Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Eduart Wolok, menyampaikan bahwa mayoritas peserta yang lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) diterima pada pilihan program studi pertama.
Dalam konferensi pers hasil SNBP 2026 di Gedung Kemristekdikti, Jakarta, Selasa (31/3/2026), Eduart mengungkapkan bahwa sebanyak sekitar 142 ribu peserta diterima di pilihan pertama, sementara sekitar 13 ribu lainnya diterima di pilihan kedua.
“Karena jumlah yang diterima di pilihan pertama jauh lebih besar, maka analisis utama difokuskan pada pilihan pertama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa jika pilihan kedua turut digabungkan dalam analisis, maka hasilnya bisa berbeda dan berpotensi mengubah komposisi program studi yang paling diminati.
Selain itu, Eduart juga menyinggung aspek penilaian dalam seleksi SNBP yang tidak hanya mempertimbangkan nilai akademik, tetapi juga komponen lain seperti relevansi mata pelajaran dengan program studi yang dipilih.
Menurutnya, setiap program studi memiliki bobot penilaian yang berbeda terhadap mata pelajaran tertentu, sehingga proses seleksi menjadi lebih kontekstual dan berbasis kesesuaian kompetensi.
Lebih lanjut, ia menyoroti tren positif dalam pemerataan asal mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN). Dalam beberapa tahun terakhir, distribusi mahasiswa dinilai semakin merata antarwilayah di Indonesia.
“Kalau kita lihat sekarang, banyak perguruan tinggi yang mahasiswanya berasal dari lebih dari separuh provinsi di Indonesia. Ini menunjukkan pemerataan yang semakin baik,” jelasnya.
Ia mencontohkan, saat ini sudah menjadi hal yang umum mahasiswa dari daerah seperti Nias dapat berkuliah di Balikpapan, atau mahasiswa dari Papua melanjutkan studi di Manado.
Menurut Eduart, kondisi ini mencerminkan meningkatnya akses dan minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi di berbagai daerah, sekaligus menunjukkan bahwa PTN di Indonesia semakin inklusif dan terbuka bagi mahasiswa dari seluruh penjuru Tanah Air. (MK/SB)






