JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa perekonomian Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang semakin kuat di tengah ketidakpastian global.
Dalam konferensi pers APBN KiTA di Gedung Kementerian Keuangan, Selasa (5/5), Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia telah melampaui level 5 persen dan terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
“Di tengah tekanan ekonomi global yang tidak menentu, kita masih bisa tumbuh sesuai target, bahkan mencapai sekitar 5,6 persen. Jika dibandingkan empat tahun lalu, pertumbuhan kita juga lebih cepat—dari 5,39 persen menjadi 5,61 persen. Ini menunjukkan kita sudah keluar dari jebakan pertumbuhan 5 persen,” ujarnya.
Ia menilai, kondisi ini menandakan ekonomi nasional bergerak ke arah yang lebih ekspansif. Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai tantangan ke depan, terutama akibat kondisi global yang belum stabil.
“Hambatan masih besar ke depan. Karena itu, kita harus memastikan sektor domestik tetap tumbuh kuat. Selain itu, perusahaan yang berorientasi ekspor akan terus kita dukung agar semakin kompetitif di pasar global,” lanjutnya.
Dalam jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan sejumlah inisiatif untuk menjaga momentum pertumbuhan. Salah satu yang tengah dikaji adalah pemberian subsidi untuk kendaraan listrik.
Purbaya mengungkapkan, usulan tersebut dinilai strategis karena memiliki dua manfaat sekaligus: mendorong konsumsi domestik dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
“Saya tertarik dengan proposal subsidi kendaraan listrik. Selain mendorong konsumsi, ini juga bisa menekan penggunaan bahan bakar. Ke depan, kalau ini dipercepat, daya tahan anggaran dan ekonomi kita akan semakin kuat,” jelasnya. (MK/SB)






