DENPASAR – Dua hari menjelang Hari Raya Idul Adha, penjualan hewan kurban di Denpasar masih sepi peminat. Saking anjloknya penjualan, para pedagang dibayang-bayangi ancaman kerugian.
Salah satunya adalah Najib (54), pedagang hewan kurban di Jalan Mahendradatta, Denpasar Barat. “Penjualan tahun ini beda dengan tahun lalu, agak merosot. Rugi iya, menurun sekitar 40 persen,” ujar pria asal Mojokerto, Jawa Timur, itu ditemui di tempatnya berjualan, Senin (25/5/2026).
“Penjualannya belum maksimal. Biasanya hari-hari gini (menjelang Idul Adha) sudah habis. Tapi ini masih sisa banyak,” sambungnya.
Menurutnya, di periode yang sama penjualan tahun ini belum mencapai setengahnya dibandingkan dengan tahun lalu.
“Tahun ini menjual 60-80 (kambing), tahun lalu sekitar 90 ekor. Tapi ya itu, agak menurun sekarang tahun ini masih ada 60 ekor,” jelas Najib.
Harga kambing yang dia jual beragam, tergantung ukuran. Mulai dari Rp 2,5 juta sampai Rp 5,5 juta. Kambing-kambing itu dia peroleh dari pengepul di Buleleng. Dia mengaku hanya mengambil untung tipis dari setiap ekor kambing.
“Yang menjadi masalah itu, kendala harga diambilnya tinggi, terus transportasinya juga jauh, habis itu pembeli tahun ini juga (turun). Mungkin ekonominya agak berkurang,” imbuhnya.
“Ya risiko saya, saya kan jual putus sama dia (pengepul). Jadi kalau ada nggak laku, ya risiko saya. Entah saya ternak atau jual murah,” ungkap Najib.
Ia berharap, situasi bisa lebih membaik. “Mudah-mudahan ekonominya membaik, terus pembelinya lebih meningkat,” tandasnya. (DTB/SB)






