NUSANTARA – Kesempatan tampil di kawasan inti Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi pengalaman berharga bagi Bank Sampah Unit (BSU) Bersemi asal Kecamatan Samboja Barat. Untuk pertama kalinya, kelompok pengelola sampah tersebut memamerkan berbagai produk daur ulang dan olahan limbah organik dalam pameran yang digelar di Gedung Sentra Massa Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, 14–16 Juni 2026.
Bagi BSU Bersemi, keikutsertaan dalam pameran bukan sekadar mengejar penjualan produk. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan karya hasil pengolahan sampah kepada masyarakat luas, terutama di kawasan yang menjadi pusat perhatian nasional.
Kelompok yang beranggotakan 9 warga Samboja Barat itu menampilkan berbagai produk hasil daur ulang, mulai dari tas rajut berbahan kantong plastik bekas, buku daur ulang, pot tanaman dari handuk bekas, bunga plastik, hingga produk turunan eco enzyme berbahan kulit buah dan sayuran.
Salah satu anggota BSU Bersemi, Ajeng, mengaku antusias karena ini merupakan kali pertama kelompoknya mengikuti pameran di kawasan IKN.
“Di sini (IKN) kan mindset masyarakatnya kan lebih terbuka ya. Jadi awareness lebih besar di sini, jadi peluang untuk lebih dikenal dan menjual atau mengenalkan produk lebih besar di sini,” jelasnya di stand pameran, Selasa (16/6/2026).
Dalam pameran tersebut, ada dua jenis produk unggulan yang mereka tampilkan. Yakni detergen cair dan sabun batangan dari daun kelor.
“Karena ini home made ya, jadi produksinya kapan kita ngumpul di basecamp kita produksi,” jelasnya.
Bahan baku produk adalah kulit buah-buahan serta sayuran. Seperti pepaya, jeruk, semangka. “Yang buah-buahan kami di kampung lah. Beli di tukang buah, habis itu kami ngerujak. Habis ngerujak kan sama ibu-ibu, habis itu kulitnya kami buat eco enzyme. Difermentasi tiga bulan,” jelasnya.
Bagi mereka, kesempatan pameran ini dapat menyebarluaskan produk Bank Sampah Bersemi. Paling tidak, tingkat kedikenalan kelompok berikut produknya makin luas.
Ketua BSU Bersemi, Mira, mengatakan keikutsertaan dalam pameran menjadi momentum penting untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus mengenalkan konsep pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular kepada masyarakat.
“Senang pastinya ya, di sini (pameran di IKN) kita bisa menampilkan produk-produk buatan kelompok kami. Ada tas rajut dari kresek, sabun, detergen dari turunan bahan kulit buah, sampai pot pot kembang dari handuk bekas. Bahkan bisa dibeli oleh pengunjung,” ucapnya.
Salah satu produk yang cukup diminati adalah sabun batangan yang dijual seharga Rp15 ribu per buah. Selain sabun, tas rajut dari plastik bekas dan produk eco enzyme juga menjadi perhatian pengunjung.
Ke depan, BSU Bersemi berharap dapat kembali dilibatkan dalam berbagai kegiatan di kawasan IKN serta mendapat dukungan untuk mengembangkan produk-produk ramah lingkungan yang dihasilkan masyarakat.
Pameran produk daur ulang tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang berlangsung selama tiga hari. Selain BSU Bersemi, kegiatan juga diikuti sejumlah pelaku usaha dan komunitas lingkungan lainnya, seperti Batik Bawe Regok Mentawir dan kelompok budidaya maggot. (MK/SB)






