Envi Walk Jadikan Publik Menikmati Keindahan Pagi IKN

NUSANTARA – Jalan sehat lingkungan atau Envi Walk di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, Ibu Kota Nusantara (IKN) berlangsung santai sekaligus menarik. Kegiatan besutan Otorita IKN dengan didukung sejumlah mitra ini, membuat kawasan Plaza Ceremony hingga Nusantara Park mendadak oranye.

Pagi tadi sejak pukul 06.30 WITA ratusan peserta nampak menikmati panorama pagi jantung Nusantara, berbalut jersey warna oranye padu padan cokelat muda.

Agenda ini tak lain rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, setelah sebelumnya dilakukan korve di kawasan Masjid Negara, telekonferensi dengan puncak acara di Cibubur pada 6 Juni 2026. Lalu berlanjut penanaman mangrove dan bersih pantai Tanah Merah di Samboja, pada 13 Juni 2026.

Rute Envi Walk di KIPP salah satunya menyusuri jembatan susur hutan atau Forest Trail di samping gedung oval galery. Usai berjalan kaki, peserta membaur di Nusantara Park untuk bersenam. Ada suguhan tari, hingga kuis cinta rupiah oleh Bank Indonesia Nusantara. Sejumlah peserta naik panggung. Kuis di antaranya menyebutkan lima jenis uang pecahan rupiah. Pun, tak ketinggalan soal penggunaan Qris. Menariknya lagi, juga ada penentuan best costum yang digunakan peserta.

Kepala Sekretariat Kerja Bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia IKN (SKB BI IKN), Aura Pandu Wirawan, memberikan apresiasi dan hadiah kepada peserta. “Terimakasih untuk para peserta yang sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan. Mari makin cinta rupiah dan IKN,” jelasnya.

Sementara itu, dijumpai di lokasi, Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Otorita IKN, Lazuardi Nasution, menjelaskan kegiatan Envi Walk ini merupakan rangkaian peringatan hari lingkungan hidup sedunia 5 Juni lalu. Sebelumnya sudah dilakukan beberapa kegiatan.

“Kami menyelenggarakan kegiatan Envi Walk pada tanggal 16 Juni 2026 kali ini bertepatan libur tahun baru hijriah 1448 Muharam. Kegiatan ini jalan santai di daerah KIPP, khususnya daerah Sentra Masa dan Plaza Ceremony, menghadirkan masyarakat otorita IKN, juga masyarakat sekitar,” terang Direktur Lazuardi.

“Makna dari Envi Walk hari ini bukan hanya sekadar jalan santai, tapi juga kami ingin membangun budaya. Berjalan. Membiasakan masyarakat otorita, masyarakat IKN, bisa mulai berjalan kaki untuk mengurangi emisi CO2 yang ditimbulkan dari transportasi. Tujuan atau makna lainnya adalah mengenal alam sekitar. Dengan berjalan kita lebih dekat dengan lingkungan, lebih peka terhadap kondisi sekitar serta lebih menghargai keindahan Nusantara, dan solidaritas kesehatan,” jelasnya.

Di dalam gedung Sentra Masa, terdapat pameran. Ada stand magot, batik, hingga karya dari sejumlah bank sampah. Mira, ketua Bank Sampah Unit Bersemi dari Kecamatan Samboja Barat mengungkap rasa gembiranya.

“Senang pastinya ya, di sini (pameran di IKN) kita bisa menampilkan produk-produk buatan kelompok kami. Ada tas rajut dari kresek, sabun, detergen dari turunan bahan kulit buah, sampai pot pot kembang dari handuk bekas. Bahkan bisa dibeli oleh pengunjung,” ucapnya.

Setelah ini, dijadwalkan, Otorita IKN bersama sejumlah mitra, akan melakukan revegetasi lahan eks tambang batu bara di Kecamatan Samboja. Rencananya, akan dilakukan penanaman sekitar 1.000 bibit tanaman.  (MK/SB)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER