JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat kapasitas guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui platform digital Rumah Pendidikan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kesenjangan kompetensi guru sekaligus memperluas akses terhadap berbagai sumber belajar di seluruh Indonesia.
Direktur PAUD Kemendikdasmen, Kurniawan, mengatakan tantangan kualitas guru PAUD masih menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, Direktorat PAUD terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal yang membidangi guru dan Direktur Guru PAUD untuk memastikan peningkatan kompetensi pendidik berlangsung secara berkelanjutan.
“Salah satu upaya yang kami lakukan agar seluruh guru PAUD memiliki pemahaman dan kemampuan yang relatif sama adalah melalui platform Rumah Pendidikan,” kata Kurniawan dalam diskusi bertajuk Implementasi Computational Thinking (CT) di PAUD untuk Mendukung Capaian PISA Indonesia di Hotel Artotel Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, Rumah Pendidikan menyediakan berbagai materi pembelajaran dan pengembangan kompetensi guru, termasuk konten terkait Computational Thinking (CT) yang dikembangkan bersama sejumlah mitra pendidikan.
Melalui platform tersebut, guru dapat mengakses berbagai sumber belajar secara mandiri dari berbagai perangkat digital tanpa dibatasi lokasi geografis.
Kurniawan menjelaskan upaya tersebut diperkuat melalui program digitalisasi pembelajaran yang terus diperluas pemerintah. Hingga saat ini, implementasi digitalisasi telah menjangkau hampir 50 persen satuan pendidikan di Indonesia.
“Dengan adanya digitalisasi, akses terhadap Rumah Pendidikan menjadi semakin mudah sehingga guru di berbagai daerah dapat memperoleh materi pembelajaran dan pengembangan kompetensi secara lebih luas,” ujarnya.
Selain penyediaan platform digital, pemerintah juga mendorong terbentuknya berbagai komunitas belajar yang berfungsi sebagai ruang berbagi praktik baik dan penguatan kapasitas pendidik.
Menurut Kurniawan, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan seluruh satuan PAUD memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh layanan peningkatan kompetensi guru.
“Kami berharap tidak ada kesenjangan kualitas layanan pendidikan antara wilayah perkotaan, pedesaan, maupun daerah lainnya. Semua satuan PAUD harus memiliki akses yang sama terhadap sumber belajar,” katanya.
Ia menegaskan bahwa upaya mewujudkan pendidikan bermutu tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Keterlibatan keluarga, masyarakat, satuan pendidikan, dunia usaha, dunia industri, serta berbagai organisasi mitra menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi pendidikan.
Saat ini Direktorat PAUD telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 50 organisasi dan lembaga yang berperan dalam pengembangan pendidikan anak usia dini.
“Dari Direktorat PAUD kami selalu terbuka untuk berkolaborasi. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin kuat dukungan untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua,” ujar Kurniawan.
Ia menambahkan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan terus dirasakan oleh bangsa. Karena itu, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mempercepat terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing. (MK/SB)






