SMKN 61 Siapkan Pelaut Profesional, Bahasa Inggris hingga Praktik Laut Jadi Bekal Utama

KEPULAUAN SERIBU – Perolehan Certificate of Approval dari Kementerian Perhubungan menjadi titik balik bagi SMK Negeri 61 Jakarta, khususnya pada Program Keahlian Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga. Pengakuan tersebut membuka peluang lebih besar bagi lulusan untuk berkarier di industri pelayaran, termasuk di tingkat internasional.

Guru Nautika SMKN 61 Jakarta, Sylvi Haryanti, mengatakan sertifikat tersebut memberikan legitimasi bagi lulusan untuk memperoleh sertifikat kompetensi pelaut yang menjadi syarat utama bekerja di kapal niaga.

“Harapannya tentu sekolah ini semakin maju. Kami ingin mendidik anak-anak agar siap bekerja setelah lulus. Ini juga menjadi sekolah negeri pertama yang memperoleh approval untuk program pelayaran seperti ini,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Sylvi menjelaskan dirinya merupakan lulusan Ahli Nautika Tingkat III (ANT III) dari Politeknik Pelayaran Banten. Selain itu, ia juga menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen Pelayaran.

Menurutnya, untuk mengajar Program Nautika Kapal Niaga, seorang guru wajib memiliki sertifikat kompetensi pelayaran.

“Untuk mengajar Nautika harus memiliki sertifikat ANT. Jurusan yang saya ampu sama dengan program keahlian yang ada di sini, yaitu Nautika Kapal Niaga,” katanya.

Ia mengakui masih beradaptasi sebagai tenaga pendidik karena baru pertama kali menjadi guru. Selain itu, lokasi sekolah yang berada di Pulau Tidung juga menjadi tantangan tersendiri.

Meski demikian, Sylvi optimistis perkembangan sekolah akan semakin baik setelah memperoleh pengakuan dari Kementerian Perhubungan.

Ia mengungkapkan, sebelum sekolah memperoleh approval, sebagian lulusan belum dapat bekerja di sektor pelayaran karena belum memiliki sertifikat kompetensi yang dipersyaratkan. Akibatnya, banyak lulusan memilih bekerja di sektor lain, seperti perusahaan ritel.

“Sebelum mendapatkan approval, lulusan kami umumnya bekerja di sektor umum, misalnya di perusahaan ritel seperti Alfamart atau Indomaret. Salah satu penyebabnya karena mereka belum memiliki sertifikat yang dibutuhkan untuk bekerja di kapal,” jelasnya.

Kini, setelah program memperoleh pengakuan resmi, lulusan memiliki kesempatan mendapatkan sertifikat Ahli Nautika Tingkat IV (ANT IV) maupun Ahli Teknika Tingkat IV (ATT IV) setelah memenuhi seluruh persyaratan.

Sylvi menjelaskan, siswa wajib menjalani praktik laut selama satu tahun serta mengikuti berbagai pelatihan dan sertifikasi pendukung sebelum memperoleh sertifikat kompetensi tersebut.

“Setelah menyelesaikan praktik laut dan seluruh persyaratan, mereka akan memperoleh sertifikat ANT IV. Sertifikat tersebut bisa langsung digunakan untuk melamar pekerjaan di sektor pelayaran,” ujarnya.

Menurutnya, sertifikat kompetensi itu juga diakui untuk bekerja di luar negeri selama lulusan memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik serta dokumen pendukung seperti paspor dan sertifikat lainnya.

“Ya, peluang itu ada, khususnya bagi lulusan Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga yang memiliki sertifikat kompetensi, kemampuan bahasa yang baik, serta dokumen pendukung yang lengkap,” katanya.

Untuk mendukung peluang tersebut, SMKN 61 membekali siswa dengan pembelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib. Sekolah juga menyediakan mata pelajaran pilihan Bahasa Jepang untuk memperluas peluang kerja lulusan di sektor pelayaran internasional.

Saat ini, masing-masing program keahlian hanya menerima sekitar 23 hingga 24 siswa per kelas. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kapasitas fasilitas praktik yang tersedia agar proses pembelajaran tetap optimal. (MK/SB)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER